5 Fakta di Balik Penyelundupan Kakatua di Riau, Mati Satu Ekor hingga Dijual Ratusan Juta

Kompas.com - 05/09/2018, 13:08 WIB

KOMPAS.com - Polres Indragiri Hilir, Riau, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 38 ekor burung kakatua langka yang dilindungi. Selain burung, polisi juga mengamankan terduga pelaku berinisial R.

Burung kakatua yang diamankan tersebut terdiri dari berbagai jenis. Salah satu jenis yang langka adalah jenis Kakatua Raja. Total nilai keseluruhan harga burung-burung tersebut adalah sekitar Rp 380 juta.

Berikut sejumlah fakta terkait terbongkarnya penyelundupan burung kakatua di Riau.

1. Kronologi penangkapan pelaku

Ilustrasi pelaku kejahatan ditahan.THINKSTOCK Ilustrasi pelaku kejahatan ditahan.

Jajaran Polres Indragiri Hilir (Inhil) mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada oknum yang hendak membawa puluhan burung kakatua dari Jambi ke Riau.

Setelah mendapatkan sejumlah bukti, polisi pun menggrebek R di wilayah Kecamatan Tembihalan, Indragiri Hilir. Penangkapan dilakukan pada hari Minggu (2/9/2018).
Setelah ditangkap dan dilakukan pemeriksaan, polisi menyerahkan 38 burung kakatua ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

"Burung kakatua ini kita terima dari Polres Indragiri Hilir (Inhil). Kita mengucapkan terima kasih kepada kepolisian atas kerja samanya," ucap Kepala BBKSDA Riau Suharyono saat ditemui Kompas.com di Pekanbaru, Selasa (4/9/2018).

Baca Juga: Populasi Burung Kakatua Kecil Jambul Kuning di NTT Nyaris Punah

2. Pelaku ingin selundupkan ke luar negeri

 Empat ekor Burung Cendrawasih disita petugas Balai Karantina Pertanian di Bandara Kualanamu Sumatera Utara, Kamis (10/8/2017). Empat ekor Burung Cendrawasih disita petugas Balai Karantina Pertanian di Bandara Kualanamu Sumatera Utara, Kamis (10/8/2017).

Berdasar keterangan pelaku, burung-burung tersebut akan di bawa ke Batam terlebih dulu lalu akan dibawa ke Singapura atau ke negara lain.

"Burung kakatua akan diselundupkan ke luar negeri melalui Batam. Diseludupkan bisa ke Singapura atau pun ke negara lainnya. Beruntung bisa digagalkan," terang Suharyono, Kepala BBKSDA. Riau.

Sementara itu, ada empat jenis burung kakatua yang berhasil diamankan, yaitu Kakatua Raja, Kakatua Jambul Kuning, Kakaktua Jambul Putih dan Kakatua Jambul Oranye.

"Kakatua Raja ada empat ekor. Kemudian kakatua jambul putih, jambul kuning dan juga orange. Ada sekitar empat jenis. Namun, saat ini kami masih meneliti jenis-jenisnya," ucap Suharyono

Baca Juga: ProFauna Ajak Publik Cari dan Laporkan Pembunuh Beruang Madu ke Polisi

3. Satu ekor burung mati, tersisa 37 ekor

Petugas dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil menggagalkan penyelundupan burung kakatua jambul kuning asal Papua yang dimasukkan dalam botol plastik air minum, 6 Mei 2015.VOA/Petrus Petugas dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil menggagalkan penyelundupan burung kakatua jambul kuning asal Papua yang dimasukkan dalam botol plastik air minum, 6 Mei 2015.

Menurut Suharyono, habitat burung kakatua tidak di Riau atau Sumatera, namun di Indonesia Timur. Dugaannya, pelaku mengambil burung-burung tersebut lalu membawanya ke Sumatera untuk diselundupkan melalui Batam.

"Habitatnya cuma ada di wilayah Indonesia bagian timur," katanya.

Sementara itu, setelah diterma dari pihak kepolisian, BBKSDA memeriksa setiap burung dan mendapati satu ekor burung telah mati, hingga hanya tersisa 37 ekor.

Proses pemulihan burung-burung tersebut pun dilakuakn di kandang transit milik BBKSDA Riau, kata Suharyono.

Baca Juga: Ribuan Ekor Burung Nuri dan Kakatua Ditangkap di Hutan Halmahera

4. Burung kakatua jenis langka dan mahal

Burung kakaktua jambul kuning.Wikipedia Burung kakaktua jambul kuning.

Di pasaran, nilai jual burung kaktua sangat tinggi, tergantung dengan jenisnya. Salah satu jenis yang paling mahal adalah jenis Kakatua Raja.

"Nilai ekonomi Kakatua Raja lebih dari Rp 10 juta per ekornya," katanya.

Setelah itu, ada satu jenis burung kakatua yang ada di kandang transit milik BBKSDA adalah jenis jambul orange. Harganya juga tidak jauh beda dengan Kakatua Raja.

"Yang jambul orange ini juga lebih Rp 10 juta harga per ekornya. Tapi lebih mahal Kakatua Raja," sambung Suharyono.

Total nilai jual 37 ekor burung kakatua yang hendak diselundupkan R adalah Rp 380 juta.

Baca Juga: Akan Dilepas ke Habibat Asli, 150 Kakatua Direhabilitasi

5. BBKSDA Riau siap kirim kirimkan burung-burung kakatua ke Papua

Senja di Pulau Arguni, Fakfak, Papua Barat yang sangat mempesona.Dok. Rahmat Aji. P Senja di Pulau Arguni, Fakfak, Papua Barat yang sangat mempesona.

Dari hasil pemeriksaan sementara BBKSDA, sebagian besar burung kakatua tersebut sudah pernah dipelihara.

"Jadi jumlah burung kakatua yang hidup 37 ekor. Satu ekor mati pada saat dalam perjalanan menuju Pekanbaru dari Inhil. Semuanya kita lihat sudah jinak. Dugaan kita burung ini sebelumnya dipelihara," ucap Suharyono.

Namun, Suharyono tidak bisa memastikan apakah burung-burung kakatua tersebut dapat dilepasliarkan di hutan. Apabila berisiko, maka BBKSDA akan titipkan ke pemelihara yang memiliki izin sah.

"Kalau tidak bisa survive di alam, karena sudah jinak, maka akan kita titipkan kepada pemegang izin yang sah," kata Suharyono.

Sementara itu, BBKSDA Riau siap untuk melakukan habituasi terhadap burung-burung tersebut sebelum dilepasliarkan dan mengirimkannya ke habitat aslinya di Papua.

Baca Juga: 31 Nuri Ternate dan Dua Kakatua Alba Diserahkan ke BKSDA

Sumber (KOMPAS.com: Idon Tanjung)

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Akhir Kejahatan Sistemik Mas Bechi?

Bagaimana Akhir Kejahatan Sistemik Mas Bechi?

Regional
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Medan, Wali Kota Bobby Luncurkan UHC JKMB

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Medan, Wali Kota Bobby Luncurkan UHC JKMB

Regional
Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Regional
Telur Busuk

Telur Busuk

Regional
Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.