Kompas.com - 05/09/2018, 07:45 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 300 gram dari Thailand yang dikirim melalui Kantor Pos. Peredaran narkoba ini diduga memanfaatkan modus barum, yakni menggunakan arus pengiriman bantuan untuk korban bencana Lombok.

Tersangka berinisial RI alias RM (33) tahun warga Dusun Gampung, Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Meski warga Lombok Tengah, tersangka meminta pengirim menggunakan alamat lainnya di Kabupaten Lombok Timur.

“Mereka mengira kami lengah, namun aparat bersama petugas Bea Cukai Mataram bertindak cepat dan bisa memantau pergerakan para pengedar dan bandar sabu yang menargetkan pengiriman ke wilayah Lombok, yang tengah dilanda gempa,” kata PLT Bea Cukai Mataram, I Wayan Tapamuka, Selasa (4/9) saat menggelar temuan narkotika di Polda NTB.

Baca juga: Butuh Biaya Pernikahan Anak, Kakek Ini Jadi Kurir 1 Kilogram Sabu

Dijelaskan Tapa, bahwa modus yang digunakan pelaku pengirim tergolong baru di Lombok NTB, yaitu menyimpan 8 bungkus kristal putih jenis sabu di dalam hak empat pasang sepatu, pelaku menempel bagian bawah sepatu dengan sangat rapi menggunakan lem perekat yang baik, sehingga secara kasat mata sulit terdeteksi.

Mengingat kristal jenis sabu dibungkus dengan plastik klip putih transparan, dan di ujung plastik dililit dengan lakban hitam dan dibungkus kembali dengan alumunium foil.

Tak hanya itu, pelaku juga menyimpan kristal di selang yang digunakan sebagai tali ras perempuan, sehingga seolah olah pengirim mengirimkan barang berupa sepatu dan dua buah tas jinjing.

Selang bening pun dililit dengan alumunium foil dan dililit kembali dengan lakban hitam, untuk mengelabui petugas.

Baca juga: Mabes Polri Dibantu Polres Konawe Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu di Kendari

Modus baru

“Modus yang seperti ini adalah pertama kalinya di tahun 2018, dimana pelaku menggunakan jasa pengiriman Kantor Pos, kebanyakan mereka cenderung melalui Bandara dibawa langsung oleh pelaku atau jasa pengiriman swasta. Sepertinya terkait dengan korban gempa disini, mereka menganggap polisi dan bea cukai akan konsentrasi hanya pada bencana gempa, sehingga mereka bisa lolos, tapi kita tidak lengah, Bea Cukai dan polisi tetap solid,” kata Tapa.

Dir Narkoba Polda NTB, Kombes Pol Yus Fadilah, mengatakan bahwa awal dari pada penangkapan tersebut karena adanya kerja sama antara Polda NTB dan Bea Cukai Mataram yang mencurigai adanya pengiriman barang terlarang melalui kantor pos. 

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Regional
Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.