Lasa Kaget Ular Piton 4 Meter Tiba-tiba Sudah Berada di Dalam Rumah

Kompas.com - 04/09/2018, 17:46 WIB
Ular piton masuk ke rumah milik Lasa (60) di dusun Blimbing, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Senin (3/9/2018) malam Kompas.com/Markus YuwonoUlar piton masuk ke rumah milik Lasa (60) di dusun Blimbing, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Senin (3/9/2018) malam

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ular piton atau sanca kembang sepanjang 4 meter dengan berat 12,5 kilogram masuk ke rumah milik Lasa (60) di Dusun Blimbing, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Senin (3/9/2018) malam.

Sejak awal 2018, sudah ada 7 ekor ular yang ditangkap di dusun tersebut.

Lasa menceritakan, kejadian itu berawal ketika ia pulang menghadiri acara pembubaran panitia hajatan salah satu tetangganya. Saat itu, ia terkejut melihat ular panjang sudah masuk ke rumah.

"Panjang garasi rumah saya sekitar 6 meter, ular tersebut melintang dan sedang berusaha naik ke atas tikar yang ada di rumah saya," katanya kepada wartawan, Selasa (4/9/2018).

Awalnya ia belum percaya apa yang dilihatnya itu adalah ular. Lasa kemudian mencari lampu senter untuk melihat secara detail ular tersebut.

"Usai mendapatkan senter saya kaget bahwa benar itu merupakan ular piton," imbuh dia.

Baca juga: Karhutla di Kalbar, 4 Nyawa Melayang hingga Ular Piton Terjebak Api

Dia pun berteriak meminta pertolongan warga karena ular terus bergerak masuk ke rumahnya melalui lubang ventilasi.

"Saya sendiri tidak takut, hanya saja saya sempat khawatir penyakit jantung saya kumat karena saya punya riwayat penyakit jantung," katanya.

Salah seorang warga yang ikut menangkap ular, Muryanto mengatakan ular ini bukanlah yang pertama kalinya muncul di wilayah Umbulrejo. Sebelumnya, enam ekor ular dengan jenis yang sama pernah ditangkap di dusunnya.

"Sudah ada 7 ekor ular berukuran besar yang kita amankan, tiga di antaranya kita tangkap dalam dua bulan terakhir," katanya

Kemunculan ular ini diduga lantaran tidak adanya makanan di habitat aslinya. Akibatnya, ular itu terpaksa masuk ke permukiman untuk mencari makanan.

Baca juga: Padamkan Karhutla, Petugas Damkar Temukan Ular Piton Sepanjang 3 Meter

Muryanto mengimbau kepada warga agar segera melaporkan ke petugas jika melihat adanya binatang buas agar segera ditindaklanjuti.

"Di kawasan ini banyak gunung sebagai tempat habitat ular. Sepertinya memang sudah kehabisan makanan sehingga harus turun gunung," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Regional
Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Regional
Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Regional
Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Regional
Kronologi Pria Terobos Kantor Polisi dan Berteriak 'Besok Kiamat'

Kronologi Pria Terobos Kantor Polisi dan Berteriak "Besok Kiamat"

Regional
Jenuh di Isolasi, Pasien Covid-19 Usia 60 Tahun Panjat Pagar RS dan Pulang ke Rumah

Jenuh di Isolasi, Pasien Covid-19 Usia 60 Tahun Panjat Pagar RS dan Pulang ke Rumah

Regional
Tenaga Kesehatan RSUD Soedono Madiun Terpapar Corona, Dua Ruang Paviliun Ditutup

Tenaga Kesehatan RSUD Soedono Madiun Terpapar Corona, Dua Ruang Paviliun Ditutup

Regional
Oknum Anggota DPRD Jadi Bandar Sabu Jaringan Bos PO Bus Pelangi

Oknum Anggota DPRD Jadi Bandar Sabu Jaringan Bos PO Bus Pelangi

Regional
Mobil Rombongan Lamaran Nikah Terguling di Nunukan, 3 Orang Meninggal Dunia

Mobil Rombongan Lamaran Nikah Terguling di Nunukan, 3 Orang Meninggal Dunia

Regional
Jerinx Bersedia Hapus Akun Medsos jika Diperlukan untuk Mendapat Penangguhan Penahanan

Jerinx Bersedia Hapus Akun Medsos jika Diperlukan untuk Mendapat Penangguhan Penahanan

Regional
Ini Persyaratan Protokol Kesehatan untuk Mendaki di Gunung Semeru

Ini Persyaratan Protokol Kesehatan untuk Mendaki di Gunung Semeru

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Banten Cari Lahan Pemakaman di Kota Serang

Kasus Covid-19 Meningkat, Banten Cari Lahan Pemakaman di Kota Serang

Regional
Terungkap, Ini Motif Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas

Terungkap, Ini Motif Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas

Regional
Sosok Laeli Pelaku Mutilasi Kalibata City di Mata Sang Ibu, Pendiam yang Selalu Dapat Ranking di Sekolah

Sosok Laeli Pelaku Mutilasi Kalibata City di Mata Sang Ibu, Pendiam yang Selalu Dapat Ranking di Sekolah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X