Bunuh Suami karena Selingkuh, Suciati Divonis 7 Tahun Penjara

Kompas.com - 31/08/2018, 20:15 WIB
Terdakwa Suciati ketika duduk dikursi pesakitan dan dijatuhkan vonis tujuh tahun penjara lantaran membunuh suaminya sendiri akibat selingkuh, Jumat (31/8/2018).KOMPAS.com/ Aji YK Putra Terdakwa Suciati ketika duduk dikursi pesakitan dan dijatuhkan vonis tujuh tahun penjara lantaran membunuh suaminya sendiri akibat selingkuh, Jumat (31/8/2018).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pengadilan Kelas 1A Palembang, Sumatera Selatan, menjatuhkan vonis selama tujuh tahun penjara terhadap terdakwa Suciati (37), seorang ibu rumah tangga lantaran membunuh suaminya sendiri bernama Isnadi, Jumat (31/8/2018).

Hakim ketua Yohanes yang memimpin jalannya sidang tersebut menilai, Suciati terbukti bersalah atas perbuatannya tersebut hingga menghilangkan nyawa Isnadi.

Usai pembacaan putusan, Suciati pun pasrah menerima vonis yang jatuhkan terhadap dirinya tanpa melakukan upaya banding.


“Saya terima Pak Hakim,” kata Suciati di ruang sidang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi SH sebelumnya menuntut Suciati dengan hukuman pidana kurungan penjara selama 10 tahun. 

Sebab, terdakwa Suciati dinilai secara sah dan terbukti telah melanggar Pasal 44 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Pasal yang diterapkan yakni bahwa terdakwa Suciati menghilangkan nyawa orang lain.

Remaja yang Diduga Akan Menusuk Polisi di Mako Brimob Lulusan Kendal

Dari dakwaan jaksa, kejadian bermula pada pagi hari, Rabu, 7 Maret 2018, terdakwa mendapati korban sedang berada di rumah selingkuhannya yang tidak jauh dari rumah terdakwa.

Lalu terdakwa mengajak korban pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, korban memarahi terdakwa dan selanjutnya korban memukul terdakwa dan membenturkan kepala terdakwa ke dinding hingga terdakwa kesakitan dan mengalami pusing di kepala. Setelah itu, korban berbaring untuk tidur sambil meletakkan satu bilah pisau di sebelah tempat tidurnya.

Saat itulah timbul rencana untuk membunuh korban, sehingga tanpa berpikir panjang, terdakwa mengambil pisau tersebut lalu menusukkannya ke perut korban sebanyak satu kali.

Kemudian korban berusaha bangkit dari tempat tidur dan menarik rambut dan membenturkan kepala terdakwa, lalu berlari keluar dan berteriak minta tolong. Saat itu, korban ditolong oleh warga dan diantar ke rumah sakit.

Polisi: Suami yang Ketahuan Selingkuh Pukul Istri Pakai Kunci Roda hingga 10 Kali

Karena takut korban masih hidup dan akan membalas dendam, terdakwa langsung menuju ke rumah sakit dan langsung menusukkan pisau ke arah perut kanan korban bagian atas, dan akhirnya korban meninggal dunia.

Kompas TV Risma Sitinjak ditemukan tewas di sebuah rumah kontrakan di Depok, Jawa Barat dengan kondisi janazah yang telah membusuk

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Close Ads X