Kubur Janin di Pekarangan Masjid, Sepasang Mahasiswa Ditangkap

Kompas.com - 31/08/2018, 16:36 WIB
Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Abiyoso Seno Aji (kiri) menggelar perkara temuan janin yang diduga hasil aborsi ditemukan di pekarangan masjid di Kota Semarang, Jumat (31/8/2018). KOMPAS.com/NAZAR NURDINKapolrestabes Semarang Komisaris Besar Abiyoso Seno Aji (kiri) menggelar perkara temuan janin yang diduga hasil aborsi ditemukan di pekarangan masjid di Kota Semarang, Jumat (31/8/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, membongkar temuan janin yang ditemukan terkubur di sekitar tempat ibadah di Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Semarang.

Sepasang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri dan swasta, DRO (18) dan MN (19) ditangkap aparat. Polisi menduga, dua orang itu bertanggungjawab atas janin yang dikubur tersebut.

"Satreskrim Polrestabes Semarang mengamankan 2 tersangka, laki-laki dan perempuan. Yang hadir di sini laki-laki, karena yang perempuan masih di rumah sakit," ujar Kapolrestabes Semarang, Komisaris Besar Abiyoso Seno Aji, seusai gelar perkara, Jumat (31/8/2018).

Abiyoso menjelaskan, penangkapan sepasang mahasiswa tersebut bermula dari laporan temuan janin di pekarangan tempat ibadah di Sambiroto, belum lama ini.

Baca juga: Prajurit TNI Peraih Emas Asian Games Disambut Bak Pahlawan di Markas Kodam

Janin beridentitas perempuan kira-kira berusia 1 hari dikubur di pekarangan masjid, atau dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang.

Setelah mendapat laporan, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Atas upaya itu, polisi kemudian berhasil mengungkap kasus itu.

"Setelah diolah TKP, dan kami berhasil menemukan siapa yang mengubur di lokasi itu. Sepasang tersangka ini masih mahasiswa," tandasnya.

Dua sejoli itu disangka sengaja telah menggugurkan janin di dalam kandungan. Niatan mengugurkan kandungan atau aborsi dilakukan tak lama setelah MN positif hamil.

"Tersangka ini sudah ada niatan menggugurkan sejak positif hamil. Atas saran teman, mereka lalu beli obat-obatan, lalu diminum," kata dia.

Baca juga: Mahasiswi Korban Begal di Bandung Akhirnya Meninggal Dunia

Namun obat yang dibeli ternyata belum cukup untuk mengugurkan kandungan. Dua tersangka itu kemudian mencari cara lain. Salah satunya dengan membeli obat tradisional, dan manjur.

Bayi perempuan mungil itu kemudian lahir. Sang ibu yang panik mendengar teriakan bayi membekapnya hingga tak bernyawa.

"Tersangka laki-laki kemudian dihubungi, lalu bayi itu dibawa dan dikuburkan di sekitar masjid," tuturnya.

Dua mahasiswa itu dikenakan pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak, junto pasal 341 dan pasal 342 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X