Diupah Rp 2,5 Juta, Riyan Nekat Antarkan Sabu ke Lapas Barelang

Kompas.com - 30/08/2018, 18:36 WIB
Riyan Hidayat, pelaku pelembaran sabu ke dalam Lapas Barelang yang berhasil diamankan petugas Lapas Klas IIA Barelang, Batam.DOK LAPAS KLAS IIA BARELANG BATAM Riyan Hidayat, pelaku pelembaran sabu ke dalam Lapas Barelang yang berhasil diamankan petugas Lapas Klas IIA Barelang, Batam.

BATAM, KOMPAS.com - Riyan Hidayat (29), salah seorang pengunjung Lapas Klas II A Barelang Batam, Kepulauan Riau (Kepri), diamankan petugas Lapas Barelang.

Ia diketahui melemparkan sebuah bungkusan berisikan sabu, Kamis (30/8/2018).

Kalapas Kelas IIA Batam, Surianto membenarkan kejadian tersebut. Surianto mengaku sudah menyerahkan Riyan kepada Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Batam.

"Kami belum tahu berapa jumlah sabu tersebut, yang jelas ada satu paket dengan ukuran yang lumayan," tutur Surianto.


Baca juga: Jokowi: Presiden Disuruh Akrobat Seperti Itu, Ya Gila Bro

Surianto mengungkapkan, sebelum tertangkap basah, gerak-gerik Riyan Hidayat mencurigakan. Karena itu, salah satu petugas Lapas langsung memperhatikan pelaku.

Akhirnya sekitar pukul 10.15 WIB, Riyan kepergok melemparkan bungkusan ke dalam area hunian warga binaan itu.

"Spontan petugas yang berjaga langsung mendekati dan mengamankan Riyan," jelas Surianto.

Begitu dilakukan pengecekan, bungkusan yang dilemparkan terbukti berisi satu paket sabu.

"Ternyata Riyan tidak sendiri, ada temannya menunggu di parkiran sepeda motor halaman parkir Lapas. Namun saat dilakukan pengejaran, pelaku keburu mengetahui kejadian ini dan langsung kabur," ungkap Surianto.

Baca juga: Tangis Penjual Air Isi Ulang saat Tahu Anaknya Raih Medali Emas di Asian Games

Surianto mengatakan, dari hasil intrograsi, Riyan mengaku dirinya nekat melakukan hal ini karena telah diupah Rp 2,5 juta.

"Saat ini petugas tengah melakukan pemeriksaan sejumlah kamar secara acak, kuat dugaan ada warga yang sengaja memesan sabu tersebut. Hanya saja saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Dilemparkan 

Kepada petugas Lapas, Riyan mengaku melemparkan sabu tersebut sesuai dengan suruhan di antara pos 1 dan pos 2.

"Saya tidak tahu sabu tersebut untuk siapa. Namun yang menyuruh saya dilemparkan di antara pos 1 dan pos 2," ungkap Surianto menceritakan pengakuan Riyan.

Kejadian ini, menurut Surianto, merupakan kejadian pertama kalinya dan menjadi perhatian dirinya.

"Pasti ada warga binaan yang memesannya, makanya ada yang berani melemparkan sabu tersebut ke lokasi pertengahan antara pos 1 dan pos 2. Bahkan di Lapas Barelang ada berkisar 800 orang warga binaan yang terjerat kasus narkoba," tutupnya. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Regional
Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

[POPULER NUSANTARA] "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

Regional
Close Ads X