Festival Seni Budaya Jaton, Perekat Keberagaman Masyarakat

Kompas.com - 30/08/2018, 12:15 WIB
Anak-anak Jawa Tondano (Jaton) sedang menampilkan seni rodat kreasi yang diiringi terbang (rebana) dalam Fesbujaton. KOMPAS.com/ROSYID AZHARAnak-anak Jawa Tondano (Jaton) sedang menampilkan seni rodat kreasi yang diiringi terbang (rebana) dalam Fesbujaton.

GORONTALO, KOMPAS.com –  Festival Seni Budaya Jawa Tondano (Fesbujaton) ke-13 di Kota Gorontalo menjadi sarana pemersatu keragaman masyarakat.

Karena pada dasarnya masyarakat Jawa Tondano adalah hasil perpaduan masyarakat Minahasa, Jawa, Arab, Sumatera hingga Belanda pada awal abad 19 yang kemudian berinteraksi dengan beragam suku di berbagai daerah.

Seni tradisi dan kreasi menjadi ciri khas pelaksanaan Fesbujaton yang berbentuk lomba shalawat jawa, rodat, pidato, dames yang diikuti ribuan masyarakat Jaton dari seluruh Indonesia.

Baca juga: Shalawat Rodad, Tradisi Unik Sambil Menunggu Waktu Berbuka Puasa


“Peserta Fesbujaton sebanyak 17 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia dengan membawa kesenian yang sama, semangat yang sama untuk menguatkan kebersamaan dalam keberagaman,” kata Idris Mertosono, salah seorang panitia Fesbujaton, Rabu (29/8/2018).

Bahkan dalam sambutannya, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Jaton Indonesia (KKJI), Ali Hardi Kiyai Demak di depan ribuan orang menggunakan beragam bahasa, Jawa, Tondano, Gorontalo dan Bahasa Indonesia.

“Setiap orang Jaton harus memiliki kontribusi mengembangkan budaya, memperkuat bingkai NKRI,” ujar Ali Hardi Kiyai Demak.

Baca juga: Bakdo Kupat, Simbol Persatuan Dalam Keragaman Masyarakat Jaton

Dalam Fesbujaton ini, ribuan orang dari berbagai kontingen datang ke Kota Gorontalo. Mereka ditampung di rumah-rumah sanak saudara sesama Jaton yang tinggal di daerah ini selama 3 hari.

Kebersamaan dan saling bantu sangat terlihat di rumah-rumah warga yang ditempati. Kuliner khas Jaton pun tidak ketinggalan, seperti sinenggor, mendot, jenang, nasi jaha, disajikan untuk dinikmati bersama.

“Fesbujaton mampu menggerak ekonomi masyarakat, ini buah dari pariwisata yang dikemas menarik dan rapi,” kata Nancy Lahay, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Mneurut Nancy Lahay, kedatangan ribuan masyarakat Jaton ke Gorontalo telah memberi dampak ekonomi yang signifikan. Ke depan beragam festival telah menunggu di beberapa daerah di Gorontalo.

Baca juga: Ribuan Masyarakat Jaton Hadiri Festival Seni Budaya Jawa Tondano

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X