Truk Mogok di Perlintasan Kereta, KA ke Madiun Terlambat hingga 2 Jam - Kompas.com

Truk Mogok di Perlintasan Kereta, KA ke Madiun Terlambat hingga 2 Jam

Kompas.com - 30/08/2018, 10:00 WIB
Ilustrasi gerbong kereta apiKOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Ilustrasi gerbong kereta api

MADIUN, KOMPAS.com — Kedatangan kereta api di area Madiun mengalami keterlambatan hingga dua jam menyusul terjadinya sebuah truk mogok di jalan perlintasan jalur Palur-Kemiri, Kamis ( 30/8/2018).

"Laporan stasiun Palur wilayah Daop 6 Yogyakarta ada truk mogok di jalan perlintasan petak Palur-Kemiri, Kamis dinihari. Dampaknya, beberapa kereta api yang melintas di Daop 7 Madiun mengalami keterlambatan," kata Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko kepada Kompas.com, Kamis ( 30/8/2018) pagi.

Ixfan mengatakan pihaknya menerima informasi dari PPKA stasiun Palur bahwa terdapat truk mogok, Kamis (30/8/2018) sekitar pukul 03.24 WIB. Sekitar dua jam kemudian, truk berhasil didorong keluar dari perlintasan dengan truk lain.

Baca juga: Pemda Jateng Ingin Jalur KA Semarang-Lasem Diaktifkan Kembali

Ia menyebutkan kereta api (KA) mengalami kelambatan yakni KA Brantas tujuan Pasar Senen-Blitar terlambat 139 menit, KA Matarmaja tujuan Pasar Senen-Malang terlambat 107 menit, KA Turangga tujuan Bandung-Surabaya Gubeng terlambat 75 menit dan KA Kahuripan tujuan Kiaracondong Bandung-Blitar terlambat 105 menit.

"Atas kelambatan tersebut kami atas nama managemen PT.KAI Daop 7 menyampaikan permohonan maaf," kata Ixfan.

Ia menghimbau para pengendara untuk selalu cek kehandalan kendaraanya agar tidak terjadi lagi kendaraan mogok di perlintasan KA. 

Baca juga: 1 September, Relasi KA Wijayakusuma Diperpanjang hingga Banyuwangi

Kompas TV Setelah salah satu kereta sempat mogok, LRT Palembang tetap operasional hari ini (13/8) sesuai jadwal.


Terkini Lainnya

Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden'

Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden"

Nasional
2019, Upah Minimum Provinsi Naik 8 Persen

2019, Upah Minimum Provinsi Naik 8 Persen

Nasional
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pintu Air Kalimalang

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pintu Air Kalimalang

Megapolitan
Pembunuh Warga Cianjur di Sukabumi Diciduk  di Persembunyiannya

Pembunuh Warga Cianjur di Sukabumi Diciduk di Persembunyiannya

Regional
Siap-siap, Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Diumumkan 16-21 Oktober 2018

Siap-siap, Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Diumumkan 16-21 Oktober 2018

Nasional
Guru Honorer di Depok Mogok, Anggota DPRD Harap Pemkot Berikan Solusi

Guru Honorer di Depok Mogok, Anggota DPRD Harap Pemkot Berikan Solusi

Megapolitan
Wapres Pertimbangkan Pinjaman Rp 15,2 Triliun dari ADB untuk Sulteng

Wapres Pertimbangkan Pinjaman Rp 15,2 Triliun dari ADB untuk Sulteng

Nasional
Tinggalkan Makam Ibunda, Roro Fitria Sempat Pingsan

Tinggalkan Makam Ibunda, Roro Fitria Sempat Pingsan

Regional
Bupati Ditangkap KPK, Pemkab Bekasi Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Normal

Bupati Ditangkap KPK, Pemkab Bekasi Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Normal

Megapolitan
ISIS Sempat Rencanakan Pembunuhan Trump Saat di Filipina Tahun Lalu

ISIS Sempat Rencanakan Pembunuhan Trump Saat di Filipina Tahun Lalu

Internasional
Tiap Desa Miliki Website, Gunungkidul Siap Terapkan Pemerintahan Berbasis Elektronik

Tiap Desa Miliki Website, Gunungkidul Siap Terapkan Pemerintahan Berbasis Elektronik

Regional
Pelaku Teror 9/11 Dikelilingi 'Sniper' Saat Hendak Dideportasi

Pelaku Teror 9/11 Dikelilingi "Sniper" Saat Hendak Dideportasi

Internasional
Viral Orang Berseragam Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden', Buwas Serahkan ke Institusi Lain

Viral Orang Berseragam Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden", Buwas Serahkan ke Institusi Lain

Nasional
Perbakin DKI Sebut Terduga Penembak Peluru Nyasar di Gedung DPR Anggota Baru

Perbakin DKI Sebut Terduga Penembak Peluru Nyasar di Gedung DPR Anggota Baru

Nasional
Komnas HAM Siap Gelar Mediasi Warga yang Tolak Pembangunan Bandara Kulon Progo

Komnas HAM Siap Gelar Mediasi Warga yang Tolak Pembangunan Bandara Kulon Progo

Nasional
Close Ads X