KY: Rekam Jejak Aparat Pengadilan di Medan Tidak Terlalu Baik

Kompas.com - 29/08/2018, 20:52 WIB
Ketua Bidang Pengawasan Perilaku Hakim Komisi Yudisial (KY), Sukma Violetta di Pengadilan Tinggi Medan, Rabu (29/8/2018). KOMPAS.com/Mei LeandhaKetua Bidang Pengawasan Perilaku Hakim Komisi Yudisial (KY), Sukma Violetta di Pengadilan Tinggi Medan, Rabu (29/8/2018).

MEDAN, KOMPAS.com – Sehari seusai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Yudisial langsung mendatangi Pengadilan Negeri Medan.

Kedatangan KY untuk memastikan bahwa PN Medan tetap pada jalurnya.

Ketua Bidang Pengawasan Perilaku Hakim Komisi Yudisial, Sukma Violetta kepada Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Medan, Cicut Sutiarso mengatakan, posisi KY mendorong dan mengawal pengadilan terutama PT sebagai garda terdepan pengawasan hakim di daerah berdasarkan SK KMA Nomor 076.

"Seluruh semboyan dan motto dituntut tidak hanya disebutkan saja, dibuktikan," kata Sukma, Rabu (29/8/2018).

"Tidak ada alasan untuk putus asa dalam perbaikan pengadilan, baik oknum atau kesalahan sistemik. Tidak ada yang bisa memberikan pengaruh perbaikan lebih besar kecuali internal pengadilan sendiri," tambahnya.

Baca juga: Jadi Tersangka KPK, Hakim Tipikor Medan Mengaku Bingung

Berdasarkan catatan dan rekam jejak hakim Medan yang dilakukan MK, aparat pengadilan di Medan tidak terlalu baik. Catatan tersebut akan diserahkan ke Mahkamah Agung (MA) sebagai upaya pencegahan sekaligus pembinaan profesi.

"Kami meminta pihak pengadilan memerhatikan serta menindaklanjuti catatan tersebut, jika tidak ingin kejadian serupa terulang," imbuhnya.

Untuk pembinaan integritas hakim, pihaknya bersama MA, KPK, dan jajaran pengadilan memperkuat pembinaan integritas. 

Itu dilakukan untuk mencegah OTT karena basis utama nihilnya pelanggaran ada pada kesadaran individu. KY juga memastikan upaya monitoring terhadap pelanggaran perilaku hakim akan terus berlanjut.

"Pengawasan tidak pernah berhenti sekalipun tanpa perhatian publik. Suap sangat bertentangan dengan kode etik hakim, penegakan kode etik dan hukum bisa dilakukan sejalan. Belum bisa dilihat sekarang, kami hanya melihat dari aspek kode etiknya," tuturnya.

Baca juga: Dari 4 Hakim yang Ditangkap KPK di Medan, Hanya 1 yang Jadi Tersangka

Pengadilan Tinggi Medan, di hari yang sama mengumpulkan seluruh hakim yang bertugas di PN Medan untuk memberikan arahan dan menekankan agar pelayanannya tidak menurun.

“Harus tetap semangat, semua ada hikmahnya. Pelayanan kepada masyarakat adalah kepentingan yang paling penting, tidak boleh mengalami kekosongan meski dalam kondisi tidak stabil pasca diamankannya ketua PN Medan dan beberapa hakim lainnya," kata Cicut.

Ia menjelaskan, sebagai pengganti Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan, sudah ditunjuk Saryana.

Saat ini, pihaknya masih menunggu informasi kelanjutan hasil penyelidikan yang dilakukan KPK.

Ia mengaku sempat mengingatkan agar para hakim, panitera, dan pegawai di PN Medan bersiap-siap menghadapi penyidikan susulan.

"Ini peringatan kepada seluruh stakeholder di pengadilan. Godaan tidak pernah berhenti, jadi harus selalu ingat Tuhan," ungkapnya.

Seperti diberitakan, KPK melakukan OTT di PN Medan pada Selasa (28/8/2018).

Hasilnya, Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo, hakim Sontan Meraoke Sinaga, Hakim Ad Hoc Tipikor Merry Purba, dua panitera yakni Elpandi dan Oloan Sirait, serta dua orang lain dari pihak swasta terkena OTT.

KPK juga mengamankan terpidana Tamin Sukardi yang baru saja divonis majelis hakim PN Medan dengan hukuman enam tahun penjara karena terbukti menjual aset negara sebesar Rp 132 miliar.

Terakhir, KPK menangkap dua orang pengacara yang salah satunya adalah Faruddin Rivai, penasehat hukum Tamin Sukardi.

Kompas TV Dari 8 orang yang diduga terkena OTT, hanya Marsudin Nainggolan dan pengusha yang juga merupakan terpidana Tamin Sukardi yang memasuki lobby KPK.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.