Nasib Hendrik Brocks, Pebalap Legendaris Peraih 3 Medali Emas Asian Games asal Sukabumi (1)

Kompas.com - 29/08/2018, 20:02 WIB
Mantan pembalap sepeda Hendra Gunawan alias Hendrik Brocks (77) memperlihatkan foto saat memasuki garis finish pada Asian Games 1962 Jakarta di rumahnya di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (29/8/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOMantan pembalap sepeda Hendra Gunawan alias Hendrik Brocks (77) memperlihatkan foto saat memasuki garis finish pada Asian Games 1962 Jakarta di rumahnya di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (29/8/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang dapat menjadi salah satu pengingat kepada para legenda atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang pesta olahraga.

Bagaimana nasib mereka yang saat itu merebut segudang prestasi dengan penuh pengabdian, tanpa 'embel-embel' bonus dari pemerintah.

Bahkan kabarnya hingga saat ini perhatian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah masih belum optimal.

Para legendaris atlet berprestasi baik tingkat Asia maupun dunia tersebut tersebar di seantero negeri ini. Salah satunya di Sukabumi.


Baca juga: 4 Momen Bersejarah Asian Games 2018, Jokowi-Prabowo Berpelukan hingga Kutukan Perunggu Tim Sepak Takraw

Salah satunya di Sukabumi, Jawa Barat terdapat legendaris pembalap sepeda berjulukan Macan Asia yakni Hendrik Brocks yang kini lebih dikenal dengan nama Hendra Gunawan.

Hendrik Brocks yang di kalangan keluarga lebih akrab disapa Pak Eki ini telah banyak menyumbangkan medali.

Di antaranya yang sangat top yaitu pada Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta.

Dia telah menyumbangkan tiga medali emas dari nomor team time trail 100 km, individu open road race 190 km, dan team open road race 190 km.

Bahkan atas keberhasilannya merebut tiga medali emas, pria kelahiran Sukabumi, 27 Maret 1941 itu menjadi atlet Indonesia terbanyak peraih medali emas pada Asian Games 1962.

Bukti segudang prestasi yang telah diraihnya dalam balap sepeda jalanan baik tingkat nasional, Asia, hingga dunia itu dapat dilihat di ruang tamunya.

Sejumlah foto saat menunggang sepeda balap terpajang di dinding di antara banyak piagam. Begitu juga berbagai medali dan tropi terpajang dalam sebuah lemari kaca.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X