Ratusan Sopir Angkot Bengkulu Demo Tuntut Grab Berhenti Beroperasi

Kompas.com - 29/08/2018, 09:00 WIB
Ratusan pengemudi angkot di Bengkulu menggelar unjuk rasa meminta pemerintah menertibkan Grab, Rabu (29/8/2018). Dok. Media Center Pemprov BengkuluRatusan pengemudi angkot di Bengkulu menggelar unjuk rasa meminta pemerintah menertibkan Grab, Rabu (29/8/2018).

BENGKULU, KOMPAS.com - Ratusan pengemudi angkutan Kota  Bengkulu trayek lima warna, menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa, (28/8/2018).

Aliansi angkot lima warna se-Kota Bengkulu ini melakukan aksi mogok. Mereka menuntut agar mode transportasi online Grab dilarang beroperasi hingga mempunyai izin sebagai angkutan umum.

Ketua aliansi angkot lima warna Yupiter Kenedi, koordinator lapangan aksi Endang dan beberapa perwakilan supir angkot ini kemudian menemui Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti.

"Kami meminta Grab dilarang beroperasi," kata Yupiter.

Baca juga: Sopir Angkot Tiba-tiba Datangi Bawaslu, Minta Izin Bikin Stiker #2019JokowiTetapPresiden

Pertemuan antara perwakilan sopir angkot dan pemerintah menghasilkan tiga poin kesepakatan. 

Pertama, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menindaklanjuti kegiatan hearing antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan aliansi angkot lima warna Kota Bengkulu tentang keberadaan Grab dengan cara memerintahkan penutupan sementara (meng-offline-kan) kendaraan yang belum memiliki izin angkutan umum.

Hal ini sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017.

Kedua, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kominfotik dan Dinas Perhubungan akan mengadakan pertemuan atau rapat koordinasi dengan pihak Grab atau PT STI (Solution Transportasi Indonesia) dan instansi terkait lainnya pada tanggal 5 September 2018.

Baca juga: Hari Ini, 1.500 Sopir Angkot Demo di Kantor Gubernur Jawa Barat

Ketiga, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kominfotik dan Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan terhadap Angkutan Sewa Khusus Online yang tidak atau belum memiliki izin sebagaimana dimaksud.

Setelah mendapatkan jawaban atas aksinya, ratusan sopir angkot tersebut membubarkan diri dengan tertib.

Kompas TV Ratusan sopir angkot dan ojek pangkalan melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Subang.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Tabrak Gerbang Polresta Tasikmalaya, Sopirnya Berupaya Rebut Senjata Petugas

Mobil Tabrak Gerbang Polresta Tasikmalaya, Sopirnya Berupaya Rebut Senjata Petugas

Regional
6 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Rejowinangun Magelang Diperketat

6 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Rejowinangun Magelang Diperketat

Regional
Kisruh Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika, Warga yang Bertahan dan Mereka yang Terus Membangun

Kisruh Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika, Warga yang Bertahan dan Mereka yang Terus Membangun

Regional
Abai Protokol Kesehatan, 2 Pusat Keramaian di Samarinda Ditutup

Abai Protokol Kesehatan, 2 Pusat Keramaian di Samarinda Ditutup

Regional
Satu Karyawannya Positif Corona, BPJS Kesehatan Lhokseumawe Tutup Sepekan

Satu Karyawannya Positif Corona, BPJS Kesehatan Lhokseumawe Tutup Sepekan

Regional
Menangis Pulang ke Rumah, Bocah 5 Tahun Ternyata Jadi Korban Pencabulan Tetangga

Menangis Pulang ke Rumah, Bocah 5 Tahun Ternyata Jadi Korban Pencabulan Tetangga

Regional
Gegara Hujan Deras Beberapa Jam, Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi

Gegara Hujan Deras Beberapa Jam, Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi

Regional
Korupsi Uang Nasabah Rp 2,1 Miliar untuk Judi Bola Online, Pegawai BRI Ditahan

Korupsi Uang Nasabah Rp 2,1 Miliar untuk Judi Bola Online, Pegawai BRI Ditahan

Regional
Bosan Diisolasi, Pasien Positif Covid-19 di Indramayu Kabur dari RS

Bosan Diisolasi, Pasien Positif Covid-19 di Indramayu Kabur dari RS

Regional
Rutan Polres Nunukan Penuh Sesak, Tahanan Terpaksa Tidur Bergiliran Tiap Dua Jam

Rutan Polres Nunukan Penuh Sesak, Tahanan Terpaksa Tidur Bergiliran Tiap Dua Jam

Regional
5 Dokter Magang Positif Covid-19, 3 Puskesmas di Kaltim Ditutup Sementara

5 Dokter Magang Positif Covid-19, 3 Puskesmas di Kaltim Ditutup Sementara

Regional
Cerita Warga Masak Beras Bansos Bercampur Biji Plastik di Cianjur

Cerita Warga Masak Beras Bansos Bercampur Biji Plastik di Cianjur

Regional
Sebulan Dirawat, Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Ambon Meninggal

Sebulan Dirawat, Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Ambon Meninggal

Regional
Setelah Klaster Keluarga, Penularan Covid-19 Merambah ke Klaster Perkantoran

Setelah Klaster Keluarga, Penularan Covid-19 Merambah ke Klaster Perkantoran

Regional
Kontak dengan Menteri Agama, Sekda dan Gubernur NTB Negatif Covid-19

Kontak dengan Menteri Agama, Sekda dan Gubernur NTB Negatif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X