Trio Pesilat Peraih Emas Asian Games: Kurang Diperhatikan, Sempat Ingin Pindah Daerah

Kompas.com - 28/08/2018, 19:16 WIB
Taufik Mahmud atau Kang Opik, pimpinan perguruan Putra Siliwangi, punya resep khusus untuk menanamkan cinta tanah kelahiran bagi para atlet silatnya. KOMPAS.com/ARI MAULANA KARANGTaufik Mahmud atau Kang Opik, pimpinan perguruan Putra Siliwangi, punya resep khusus untuk menanamkan cinta tanah kelahiran bagi para atlet silatnya.

GARUT, KOMPAS.com - Trio pesilat peraih emas Asian Games 2018 yakni Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani dan Anggi Faisal Mubarok berasal dari Garut, Jawa Barat (Jabar).

Di balik kesuksesan mereka merebut emas, ternyata ada cerita sedihnya. Mereka sempat akan berpindah hati mewakili daerah lain dalam ajang kejuaraan silat tingkat nasional maupun internasional lantaran kurangnya perhatian dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. 

Hal ini diungkapkan oleh pimpinan perguruan silat Putra Siliwangi Taufik Mahmud saat ditemui Selasa (28/8/2018) siang di padepokan putra Siliwangi.

Menurut Taufik yang akrab disapa Kang Opik ini, dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda), sudah banyak yang menawari tiga pesilatnya tersebut untuk berpindah daerah. 

"Bahkan Malaysia pernah menawarkan mereka mewakili Malaysia," katanya.

Baca juga: Birokrat Garut Sambangi TMII, Beri Dukungan Atlet Silat di Asian Games

Tawaran-tawaran yang datang diikuti dengan iming-iming bonus dan fasilitas yang lebih dari perhatian yang diberikan Pemkab Garut. Namun, menurut Opik semua tawaran tersebut tidak diambil oleh para muridnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini bentuk kecintaan kita ke tanah kelahiran kita di Garut, walau perhatian pemerintah daerah masih kurang pada anak-anak," katanya.

Kang Opik menyampaikan, selain melatih skill anak didiknya, dirinya juga menempa mental dan karakter anak didiknya agar memiliki rasa cinta tanah kelahiran dan bangsa.

Makanya, dirinya selalu mengingatkan jika mereka sudah mampu meraih prestasi, agar tidak mudah tergoda tawaran pihak lain.

Kang Opik sendiri melihat, saat seorang atlet mampu meraih prestasi, perhatian langsung tumpah kepada sang atlet. Sayangnya, perhatian yang sama tidak didapat pada tempat sang atlet mendapatkan ilmunya.

Baca juga: Rela Tinggalkan Istri yang Mengandung, Mukhib Raih Emas Sepeda Gunung Asian Games

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X