Berkat Mie Kering Rumput Laut, Ibu-ibu di Sarawondori Papua Mampu Kuliahkan Anak

Kompas.com - 27/08/2018, 12:07 WIB
Rosmina Karobaba dan Isak Karobaba mengolah mie kering rumput laut di tepi teluk Sarawondori Kepulauan Yapen Papua, Minggu (26/8/2018) KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Rosmina Karobaba dan Isak Karobaba mengolah mie kering rumput laut di tepi teluk Sarawondori Kepulauan Yapen Papua, Minggu (26/8/2018)

KEPULAUAN YAPEN, KOMPAS.com - Rosmina Karobaba (41) terlihat memasukkan mie kering dalam kemasan plastik sedangkan Novalina Wahana (39) bertugas menata kemasan yang telah berisi mie kering hasil buatan kelompok mereka ke dalam sebuah keranjang.

Aktivitas tersebut dilakukan kedua perempuan asli Kepulauan Yapen, Papua, di salah satu rumah kayu di tepi teluk Sarawondori di Distrik Kosiwara, Kabupaten Kepulauan Yapen, Minggu (19/8/2018).

Sembari melakukan pengepakan mie, kedua perempuan tersebut juga mengawasi anak-anaknya bermain di sekitar pelantaran tempat mereka bekerja.

Pengepakan mie kering rumput laut tersebut dilakukan setiap pagi hari setelah mereka selesai menyelesaikan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga di rumahnya masing-masing.

Mereka harus segera menyiapkan mie kering rumput laut tersebut karena tiga toko di Kota Serui kehabisan stok mie kering rumput laut yang diproduksi oleh kelompok Rawing Mairori sejak empat tahun terakhir.

Baca juga: Butuh 500 Guru MIPA, Bahasa Indonesia dan Inggris di Yapen Papua, Siapa Mau?

Mie kering rumput laut tersebut sudah dibuat beberapa hari sebelumnya. Mereka sengaja produksi mie kering dalam jumlah banyak karena cuaca sedang panas dan sangat baik untuk mengeringkan mie buatan mereka.

Rosmina Karobaba, ketua kelompok Rawing Mairori bercerita, ada 10 perempuan Sarawondori yang semuanya adalah ibu rumah tangga ikut memproduksi rumput laut menjadi makanan olahan.

"Ada mie kering rumput laut, stik rumput laut, cendol dan juga puding. Kadang kami juga buat bakso rumput laut jika ada pesanan. Puji Tuhan dalam waktu sebulan kita bisa dapatkan uang sekitar Rp 12 juta,” jelas Rosmina kepada Kompas.com, Minggu (19/8/2018).

Perempuan yang akrab dipanggil Ros tersebut bercerita jika Teluk Sarawondori banyak menghasilkan rumput laut jenis Ketomo.

Bahkan pada tahun 2007, panen raya rumput lau di Kampung Sarawondori sempat dihadiri oleh salah satu menteri.

Saat itu, menurut Ros rumput laut melimpah ruah tapi para nelayan tidak tahu harus dijual ke mana sehingga mereka hanya menjemur rumput laut yang mereka panen hingga kering lalu menumpuknya di gudang menunggu penjual datang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Regional
Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Regional
Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Regional
Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Regional
Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Regional
3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

Regional
Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Regional
Jual Ponsel Pakai Nama Jokowi dan Kaesang, Pria Ini Diringkus Polisi

Jual Ponsel Pakai Nama Jokowi dan Kaesang, Pria Ini Diringkus Polisi

Regional
Selain 8 Drum Avtur, Kursi dan Penutup Dek Kapal Panji Saputra Ditemukan

Selain 8 Drum Avtur, Kursi dan Penutup Dek Kapal Panji Saputra Ditemukan

Regional
Ikut Penjaringan Bakal Calon Bupati, 2 ASN Pemkab Mojokerto Dipanggil Bawaslu

Ikut Penjaringan Bakal Calon Bupati, 2 ASN Pemkab Mojokerto Dipanggil Bawaslu

Regional
Bangun 'Sister Village', Investor China Berinvestasi di Desa Sukajaya, Sukabumi

Bangun "Sister Village", Investor China Berinvestasi di Desa Sukajaya, Sukabumi

Regional
60.000 PJU Tenaga Surya Sasar Pedesaan di 24 Kabupaten/Kota di Jateng

60.000 PJU Tenaga Surya Sasar Pedesaan di 24 Kabupaten/Kota di Jateng

Regional
Gerakan #SaveBabi, Warga Tuntut Ganti Rugi atas Babi yang Mati di Sumut

Gerakan #SaveBabi, Warga Tuntut Ganti Rugi atas Babi yang Mati di Sumut

Regional
Risma Keluarkan Surat Edaran Antisipasi Wabah Pneumonia Wuhan dari China

Risma Keluarkan Surat Edaran Antisipasi Wabah Pneumonia Wuhan dari China

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X