Kisah "Arek Suroboyo" Rifki Ardiansyah Sumbangkan Emas Asian Games dari Cabor Karate - Kompas.com

Kisah "Arek Suroboyo" Rifki Ardiansyah Sumbangkan Emas Asian Games dari Cabor Karate

Kompas.com - 27/08/2018, 07:54 WIB
Karateka Indonesia, Rifki Ardiansyah Arrosyiid saat menerima medali dalam final Putra -60kg
di Gedung JCC Plenary Hall, Jakarta Pusat, Minggu (26/8/2018). Rifki Ardiansyah Arrosyiid menang atas karateka Iran, Mahdi Zadeh Amir dengan skor 9-7 dan meraih medali Emas.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Karateka Indonesia, Rifki Ardiansyah Arrosyiid saat menerima medali dalam final Putra -60kg di Gedung JCC Plenary Hall, Jakarta Pusat, Minggu (26/8/2018). Rifki Ardiansyah Arrosyiid menang atas karateka Iran, Mahdi Zadeh Amir dengan skor 9-7 dan meraih medali Emas.

KOMPAS.com - Perjuangan pemuda 20 tahun asal Surabaya, Rifki Ardiansyah Arrosyiid mendapatkan emas di nomor pertandingan Kumite 60 kilogram Asian Games 2018 pada Minggu (26/8/2018) patut diapresiasi.

Bukan tanpa sebab atlet muda ini dengan tenang mengalahkan lawannya, Amir Mahdi Zadeh, karateka asal Iran, dengan skor akhir 9-7.

Rifki mengaku bukan impian jadi juara dunia karate yang memotivasi langkahnya menuju podium juara, tetapi rasa cintanya kepada olahraga ini yang dirasakannya sejak kecil.

Rifki bertutur, waktu itu, ketika masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD), dia mulai berkenalan dengan cabang olahraga karate. Lama-kelamaan, olahraga bela diri menjadi hobinya.

"Karena sudah menjadi hobi, akhirnya saya latihan karate terus setiap hari. Saya belajar karate sendiri. Tidak ada yang mengajari saya, karena orang tua saya juga bukan atlet karate," kata Rifki di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Karate Raih 1 Medali Emas dari Nomor Kumite

Menginjak kelas 3 hingga 4 SD, Rifki akhirnya mulai memberanikan diri untuk mulai mencoba mengikuti kejuaraan karate di tingkat sekolah dasar.

Saat itu, Rifki yang masih mengenakan sabuk kuning mengaku sering dikalahkan oleh lawan-lawannya. Akan tetapi, kondisi tersebut perlahan-lahan mulai berubah ketika dia duduk di bangku kelas 5 hingga 6 SD.

Prestasi atlet kelahiran Surabaya pada 24 Desember 1997 itu terus merangkak naik saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dia mulai terpilih menjadi Best of the Best (BOB) kejuaraan karate di tingkat lokal dan tingkat nasional.

Atas prestasinya tersebut, dia pun mulai dikirim ke luar negeri untuk mengikuti berbagai kejuaraan karate tingkat internasional.

Beberapa kejuaraan internasional yang pernah dia ikuti, antara lain World Junior, Cadet and U21 Championships 2015 nomor pertandingan Kumite 55 kilogram di Jakarta (Indonesia), South East Asian Games (SEA Games) 2017 nomor Kumite beregu di Kuala Lumpur (Malaysia) dan Karate 1 Premier League 2017 nomor Kumite 60 kilogram di Dubai (Uni Emirat Arab).

Prestasi-prestasi tersebut mengantarkannya mempersembahkan emas bagi Indonesia di Plenary Hall, JCC Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (26/8/2018).

Baca juga: Cerita Zohri Minta Dibelikan Sepatu Rp 400.000 Sebelum Latihan untuk Kejuaraan Dunia

Bagi Rifki, karate adalah hobi yang menuai prestasi. Sementara impiannya yang ingin segera ia wujudkan adalah menunaikan ibadah haji.

"Karena Allah itu nomor satu bagi saya. Allah selalu ada di hati saya dan saya selalu bersyukur untuk semuanya," tutur Rifki.

Oleh karena itu, dengan hadiah bonus Asian Games 2018 berupa uang tunai sejumlah Rp 1,5 miliar yang akan diterimanya nanti, dia berencana untuk melaksanakan ibadah haji di tanah suci.

Tidak hanya menjadi juara dunia karate, sejak kecil, Rifki ternyata juga memiliki impian untuk menjadi seorang tentara.

Untuk memenuhi impian tersebut, pada 2016, putra pasangan Bapak Surya Kencana dan Ibu Dwi itu memutuskan untuk mengikuti pendidikan Bintara.

Saat ini, Rifki sudah berpangkat Sersan Dua (Serda) di Kodam V Brawijaya. Sehari-hari, dia menjabat sebagai Babanmin 2 Pokbanim Jasdam V Brawijaya.

Baca juga: Kisah Spiderman Cantik Asal Grobogan, Pilih Panjat Tebing daripada Jadi Polisi (3)

Selama berkarir sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI), dia pernah mengikuti Kejuaraan Nasional Karate Piala Panglima TNI 2017 dan berhasil meraih medali emas pada nomor pertandingan Kumite 55 kilogram.

Dalam usahanya mewujudkan mimpi-mimpi tersebut, Rifki mengaku sangat membutuhkan doa dan dukungan yang tiada henti dari kedua orang tua, keluarga besar, teman-teman dan segenap masyarakat Indonesia.

Sempat kelelahan

Sang pelatih Syamsuddin Barkhani memiliki cerita lain seputar kemenangan Rifki di nomor pertandingan Kumite 60 kilogram Asian Games 2018.

Menurut dia, Rifki merupakan atlet yang tenang. Dengan ketenangan yang dimiliki itu, Rifki mampu mengalahkan lawan-lawannya dalam ajang Asian Games 2018.
Saat masuk babak final, dia melihat Rifki yang sudah kelelahan namun masih mampu menguasai pertandingan dan akhirnya sukses mengalahkan karateka asal Iran.

"Dengan ketenangannya itu, dia bisa tampil dengan sangat baik di Asian Games 2018 dan menyumbangkan medali emas untuk Indonesia," kata Syamsuddin.

Usai Asian Games 2018, sang pelatih berencana untuk mengikutsertakan Rifki ke lebih banyak kejuaraan tingkat internasional untuk menambah poin sekaligus meraih peringkat terbaik dalam World Karate Federation (WKF).

Baca juga: Menpora Janji Bantu Juara Dunia Karate, Fauzan, Kerja di Pemerintah

Kompas TV Ahmad Zigi Zaresta Yuda, sukses sumbangkan medali perunggu pada cabang olahraga karate nomor kata.


SumberAntara

Close Ads X