Kisah Penyelamatan Gajah dari Jerat di Riau, Luka Parah di Kaki hingga Sempat Kejar Petugas

Kompas.com - 25/08/2018, 15:04 WIB
Petugas medis BBKSDA Riau Drh Rini Deswita melakukan pengobatan terhadap gajah yang terkena jeratan di kawasan PT RAPP Kabupaten Siak, Riau, Jumat (24/8/2018). KOMPAS.com/Idon TanjungPetugas medis BBKSDA Riau Drh Rini Deswita melakukan pengobatan terhadap gajah yang terkena jeratan di kawasan PT RAPP Kabupaten Siak, Riau, Jumat (24/8/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) melakukan penyelamatan terhadap seekor gajah betina yang terkena jeratan di kawasan perkebunan PT RAPP Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau.

Kondisi gajah (Elephas maximus sumatranus) tersebut mengalami luka parah pada kaki depan sebelah kanan akibat jeratan.

"Gajah betina ini berusia sekitar empat tahun. Dia terpisah dari kelompoknya karena terkena jeratan sehingga susah untuk berjalan," kata Humas BBKSDA Riau Dian Indriati, Sabtu (25/8/2018).

Baca juga: Harimau Bonita yang Misterius, Bangun Lagi Setelah Ditembak hingga Peluru Petugas yang Terus Mental

Untuk saat ini, gajah tersebut sudah diberikan pengobatan dan kembali ke kelompoknya.

Dian mengatakan, gajah yang terkena jeratan berawal dari laporan pihak PT RAPP bahwa di sekitar Estate Mandau terdapat gajah terkena jeratan, Jumat (24/8/2018).

Tim rescue (quick response) yang terdiri dari dua dokter hewan, satu paramedis, dua mahout atau pawang gajah dan lainnya langsung menuju ke lokasi untuk penyelamatan satwa dilindungi itu. Pengamanan juga dibantu pihak TNI setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah berjalan sekitar 300 meter di kawasan perkebunan perusahaan, tim didampingi pihak perusahaan melihat gajah tersebut dalam keadaan pincang.

"Setelah diamati, gajah ini terpisah dari kelompoknya yang berjumlah sekitar 10 sampai 15 ekor. Kemudian tim melakukan observasi terutama dari perkiraan berat gajah," kata Dian.

Baca juga: Lucunya Adovo, Bayi Singa Putih Langka yang Lahir di Pasuruan

Tim yang dipimpin drh Rini Deswita mengambil tindakan medis dengan melakukan pembiusan.

Setelah gajah terbius, petugas tim medis memberikan infus, pelepasan tali jerat, pengobatan luka, pemberian obat anti peradangan, vitamin, antiobiotik dan obat cacing. Selanjutnya tim menyadarkan gajah tersebut.

"Saat tersadar gajah langsung berdiri. Bahkan sempat berusaha mengejar petugas sehingga petugas menjauh dari lokasi," ujar Dian.

Dia menambahkan, pasca pengobatan akan tetap dilakukan pemantauan terhadap satwa tersebut oleh pihak PT RAPP bekerjasama dengan BBKSDA Riau.

Baca juga: Kisah Desy, Wanita Berhijab Penolong Anjing Liar, Kasih Sayang untuk Semua Makhluk (1)

Secara terpisah, Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengapresiasi tim yang bertugas atas penyelamatan gajah tersebut.

"Kami berharap kepada pihak pemegang konsesi perusahaan yang berbatasan dengan habitat satwa untuk ikut serta dalam penanganan penyelamatan satwa yang dilindungi sebagaimana yang telah dilakukan oleh PT RAPP tersebut," ucap Suharyono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.