Aktivitas Gunung Merapi Tidak Signifikan, Warga Diminta Tenang

Kompas.com - 25/08/2018, 12:17 WIB
Puncak Gunung Merapi terlihat dari Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (22/5). Pasca letutsan freatik Gunung Merapi yang telah terjadi empat kali sejak Senin (21/5) hingga Selasa (22/5) dini hari, status Gunung Merapi naik dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/ama/18. Aloysius Jarot NugrohoPuncak Gunung Merapi terlihat dari Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (22/5). Pasca letutsan freatik Gunung Merapi yang telah terjadi empat kali sejak Senin (21/5) hingga Selasa (22/5) dini hari, status Gunung Merapi naik dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/ama/18.

MAGELANG, KOMPAS.com - Masyarakat di sekitar Gunung Merapi diminta untuk tetap tenang meski beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

Kepala Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Propinsi Jateng Gembong Purwanto Nugroho, menyatakan, sesuai analisa BPPTKG Yogyakarta sejauh ini, peningkatan aktivitas Gunung Merapi belum signifikan dan masih berstatus waspada.

"Warga khususnya yang tinggal di KRB (Kawasan Rawan Bencana) III Gunung Merapi tidak perlu panik. Mereka harus tetap tenang dan patuh pada instruksi BPBD," kata Gembong, Sabtu (25/8/2018).

Baca juga: Kubah Lava Baru Muncul di Puncak Gunung Merapi

Menurut Gembong, warga juga belum perlu mengungsi di tempat lain sebab kawasan KRB III masih relatif aman.

Di Jawa tengah, lanjut dia, terdapat 44 desa yang masuk KRB III dengan jumlah jiwa sebanyak 1.013.000 orang. Jumlah itu bisa lebih banyak bila ditambah dengan warga yang tinggal di KRB II yang jumlahnya bisa mencapai 500.000 jiwa.

Kawasan di sekitar gunung Merapi di Jawa Tengah meliputi wilayah Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali.

Baca juga: Selamat Jalan Afni, Relawan Gempa Lombok yang Meninggal di Tengah Pengabdian

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto, juga meminta warga tidak terpengaruh dengan informasi-informasi dari sumber yang tidak jelas sehingga cenderung menyesatkan.

"Walaupun waspada, namun harus tetap tenang dan selalu mematuhi instruksi dari BPBD, jangan mudah menerima informasi hoax," kata Edi.

Pihaknya terus memberikan sosialisasi kepada warga terkait perkembangan aktivitas gunung Merapi, berdasar data dari BPPTKG.

"Setiap kali ada informasi dari BPPTKG, kami langsung sosialisasikan kepada warga setempat melalui stakeholder terkait, seperti kecamatan, kepala desa, relawan dan sebagainya," katanya.

Baca juga: 3 Fakta Terbaru Gempa Lombok, Relawan Meninggal Dunia hingga Kritik untuk Distribusi Bantuan

Sementara itu, Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida menjelaskan, pertumbuhan kubah lava rata-rata secara umum per hari masih sangat kecil, berkisar 2.300 meter kubik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X