Kompas.com - 25/08/2018, 06:47 WIB
Suasana di Bandara Internasional Supadio Pontianak akibat kabut asap (20/8/2018) Foto : RoniSuasana di Bandara Internasional Supadio Pontianak akibat kabut asap (20/8/2018)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pesawat Garuda GA 510 rute Cengkareng menuju Pontianak harus kembali lagi ke Jakarta karena jarak pandang di Bandara Internasional Supadio hanya 500 meter akibat kabut asap, Jumat (24/8/2018) malam.

Salah satu penumpang Garuda, Ilahang mengatakan, sebelum kembali ke Cengkareng, pesawat yang ditumpanginya sempat berputar-putar selama dua jam di atas langit Pontianak.

"Akhirnya kami kembali ke Jakarta. Kami tidak bisa mendarat di Pontianak karena jarak pandang hanya 500 meter," ujar Ilahang saat dihubungi Kompas.com, Jumat malam.

Baca juga: Hotspot Berkurang, Kabut Asap Reda, Kualitas Udara di Pontianak Membaik

Ilahang menambahkan, informasi terkait jarak pandang tersebut ia ketahui melalui pengumuman di pesawat. Pesawat pun akhirnya kembali lagi ke Bandara Soekarno Hatta, dengan harapan bisa melanjutkan penerbangan keesokan harinya.

Sedianya pesawat tersebut berangkat dari Jakarta pukul 18.35 WIB, namun terpaksa kembali lagi dan tiba di Jakarta pukul 22.55 WIB

Selain pesawat Garuda, sejumlah maskapai lain dikabarkan juga mengalihkan pendaratan atau kembali ke bandara asal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Polisi Tak Izinkan Diskusi Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet di Bangka Belitung

Maskapai tersebut diantaranya pesawat Citilink Surabaya - Pontianak dialihkan ke Batam, Lion Air Jakarta-Pontianak kembali ke Jakarta, Sriwijaya Jakarta-Pontianak kembali ke Jakarta dan Garuda Jakarta-Pontianak kembali ke Jakarta.

Kompas.com masih berupaya mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak otoritas Bandara Internasional Supadio Pontianak.

General Manager Bandara Supadio, Jon Muchtarita, maupun Manager Operasional Bernard Munthe belum memberikan jawaban atau membalas pesan singkat terkait hal tersebut sejak pukul 21.06 WIB.

Update:

Pihak Garuda Indonesia membenarkan kejadian tersebut. Pesawat GA 510 harus kembali ke Cengkareng karena keterbatasan jarak pandang di Bandara Internasional Supadio.

"Memang karena keterbatasan jarak pandang. Karena minimal jarak pandang sekitar 800 meter, tetapi ini di bawahnya," ujar Dicky Irchamsyah, PR Officer Garuda Indonesia.

Pesawat tersebut berangkat dari Cengkareng pukul 18.35 WIB. Lalu karena tidak bisa mendarat di Bandara Supadio, pesawat kembali terbang ke Cengkareng pada pukul 21.00 WIB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X