Kompas.com - 23/08/2018, 15:25 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018). KOMPAS.com/REZA JURNALISTON Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjelaskan alasan mengapa pihaknya meminta kepala daerah se-Indonesia untuk patungan membantu rehabilitasi pasca bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Upaya itu dinilai bentuk gotong royong sebagai warga negara.

"Gotong royong inikan hal wajar, solidaritas para gubernur membantu NTB," kata Tjahjo, di Semarang, Kamis (23/8/2018).

Dijelaskan Tjahjo, gotong royong untuk membantu rehabilitasi pasca bencana salah satunya didasarkan atas surat dari Gubernur NTB M Zainal Majdi. Gubenur NTB meminta bantuan dari para gubernur se-Indonesia.

Baca juga: TGB: Bagi Kami, Saat Ini Status Bencana Tidak Penting...

Meski ada surat minta bantuan, Kemendagri memastikan bahwa Pemerintah pusat telah menjamin anggaran untuk proses rehabilitas. Tidak saja dari pemerintah, TNI-Polri, pihak swasta, hingga kalangan usaha akan membantu penuh.

"Beberapa Pemda sudah konfirmasi ke Kemendagri, mereka minta agar siapin payung hukum. Meski sukarela, tapi jangan sampai kena masalah hukum," ucap politisi PDIP ini.

Bantuan dari Pemerintah daerah, sambung dia, salah satunya bisa melalui dana sisa lebih pembaiyaaan tahun berjalan (Silpa). Namun penggunaan dana Silpa harus sesuai dengan ketentuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Misalnya bantu pakai dana silpa, misalnya kami buat edaran, boleh berikan bantuan uang/barang tapi ada aturan yang disampaikan. Asosiasi bupati, walikota, gubernur akan gotong royong," tambahnya.

Baca juga: TGB: Warga Lombok, Jangan Larut dalam Kesedihan...

Tjahjo mengakui bahwa pihaknya telah mengirimkan kepada Pemerintah daerah se-Indonesia agar membantu rehabilitasi pasca bencana di Lombok. Pemerintah daerah dapat meminjamkan alat-alat yang dibutuhkan ke NTB.

"Kami juga kirimkan telegram ke gubernur yang punya BPBD agar dipinjamkan itu ada stok tenda mislanya, agar dipinjamkan ke NTB. Kalau BNPB beli itu butuh waktu,

Tenda, tempat air bersih Silahkan kalau ada dikirim," ujarnya.

"Tapi fokus di Jawa, Bali, NTT. Yang dekat-dekat saja dengan NTB," pungkasnya. 

Kompas TV Di Klungkung, Bali selain dana APBD, pegawai pemerintah daerah juga mengumpulkan dana sukarela.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.