Karhutla di Kalbar, 4 Nyawa Melayang hingga Ular Piton Terjebak Api

Kompas.com - 23/08/2018, 14:57 WIB
Askurniawan menjauh dari api karhutla setelah mencoba melakukan pemadaman menggunakan kayu, Selasa (14/8/2018). KOMPAS.com/Idon TanjungAskurniawan menjauh dari api karhutla setelah mencoba melakukan pemadaman menggunakan kayu, Selasa (14/8/2018).

KOMPAS.com - Bencana kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan sudah mengkhawatirkan. Kabut asap pekat mengancam kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Berdasar pantauan satelit milik LAPAN, ada kurang lebih 914 titik panas yang terdeteksi dan tesebar di sejumlah wilayah di Kalimantan.

Bencana tersebut juga sudah menelan korban sebanyak 4 orang. Berikut fakta-fakta yang ditemukan Kompas.com selama bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

1. 914 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan

Sebaran titik panas yang terpantau dari Satelit Modis, Kamis (16/8/2018)Dok. BNPB Sebaran titik panas yang terpantau dari Satelit Modis, Kamis (16/8/2018)

Berdasar rilis Badan Meteorologi Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) pada jam 09:30, Rabu (22/8/2018), jumlah titik api di wilayah Kalimantan Barat mencapai 914 titik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Titik panas atau hotspot tersebar di wilayah seperti Kabupaten Sambas 49 titik, Mempawah 22 titik, Sanggau 89 titik, Ketapang 288 titik, Sintang 44 titik, dan Kapuas Hulu 22 titik.

Kemudian di Bengkayang 32 titik, Landak 45 titik, Sekadau 28 titik, Kayong Utara 68 titik, Melawi 22 titik, Kubu Raya 173 titik, dan Kota Pontianak 5 titik.

Kondisi terkini pada Kamis (23/8/2018) di Kota Pontianak masih berkabut meskipun hujan sempat mengguyur barang sejenak.

Baca Juga: 19 Pelaku Karhutla Ditangkap, 96 Hektar Lahan Disegel Polisi

2. 4 orang meninggal dunia dalam bencana kebakaran di Kalimantan

Petugas kepolisian dari Polresta Pontianak saat berupaya memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Sekunder C, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya  (24/7/2018)KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Petugas kepolisian dari Polresta Pontianak saat berupaya memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Sekunder C, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya (24/7/2018)

Dalam satu bulan terakhir, bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan sudah merenggut empat nyawa.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, sejauh ini dilaporkan sudah empat korban meninggal dunia. "Sudah empat yang dilaporkan meninggal dunia," ujar Didi, Rabu (22/8/2018).

Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Melawi yang menyebabkan Vito (7) dan kakaknya, Rio (11), meninggal dunia akibat luka bakar yang cukup serius.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X