Menteri Susi: Tahun 2001, Laut Kita Mirip "Negara Terapung" Kapal Pencuri Ikan

Kompas.com - 23/08/2018, 10:30 WIB
Menteri Perikanan dan Kelautan RI Susi Pudjiastuti, memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) Kota Tasikmalaya, Kamis (23/8/2018) pagi. KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHAMenteri Perikanan dan Kelautan RI Susi Pudjiastuti, memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) Kota Tasikmalaya, Kamis (23/8/2018) pagi.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Menteri Perikanan dan Kelautan RI Susi Pudjiastuti mengklaim telah membereskan permasalahan "negara terapung" di wilayah laut Indonesia yang diisi oleh kapal-kapal pencuri ikan asing selama ini.

Salah satunya dengan upaya penertiban dan penenggelaman kapal asing pencuri ikan yang selama ini telah merugikan Indonesia.

"Bayangkan, sejak tahun 2001 ada banyak ribuan kapal pencuri ikan asing yang beroperasi bebas di laut Indonesia. Kalau malam, di laut itu seperti 'negara terapung' yang diisi oleh kapal pencuri ikan. Nah, dengan Satgas 115 kita sudah memverifikasi izin dan menenggelamkan kapal yang masih bandel mencuri ikan," jelas Susi saat memberikan kuliah umum di depan ribuan mahasiswa Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) Kota Tasikmalaya, Kamis (23/8/2018) pagi.

Susi menambahkan, satgas yang langsung dipimpinnya selama ini telah menenggelamkan 488 kapal asing yang sudah mencuri ikan di Negara Indonesia.

Baca juga: Mengapa Menteri Susi Pilih Pimpin Penenggelaman Kapal Ikan dari Minahasa Utara?

Langkahnya tersebut membuat kapal-kapal asing yang tak memiliki izin berpikir ulang untuk mencuri ikan di perairan Indonesia.

"Sekarang dengan langkah itu, kapal asing yang hendak mencuri ikan di perairan Indonesia berpikir dua kali. Kalau dulu ikan di perairan kita sudah habis dan sudah susah bagi nelayan hasil tangkapannya. Sekarang sudah mulai lagi banyak ikan di perairan kita, karena kapal pencuri ikan sudah berkurang," tambah dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama ini, lanjut Susi, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan penenggelaman kapal yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Baca juga: Menteri Susi Tenggelamkan 125 Kapal Pencuri Ikan, Mayoritas Asal Vietnam

Menurut Susi, pencurian ikan oleh kapal asing bukan hanya merugikan para nelayan, tetapi juga bagi negara karena penghasilan terganggu.

"Langkah saya seperti ini berawal dengan instruksi Pak Presiden Joko Widodo untuk mengawal perairan Indonesia dan menertibkan kapal-kapal asing pencuri ikan di perairan kita," pungkas Susi.

Kompas TV Selain shalat bersama pengungsi, Susi juga menyerahkan sejumlah hewan kurban.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.