Butuh 500 Guru MIPA, Bahasa Indonesia dan Inggris di Yapen Papua, Siapa Mau?

Kompas.com - 23/08/2018, 08:53 WIB
Para siswa di salah satu SD di Distrik Angkaisera Kepulauan Yapen Papua KOMPAS.COM/Ira RachmawatiPara siswa di salah satu SD di Distrik Angkaisera Kepulauan Yapen Papua

KEPULAUAN YAPEN, KOMPAS.comKepulauan Yapen Papua kekurangan 500 guru, terutama guru mata pelajaran seperti MIPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hal tersebut dijelaskan Sekda Kepulauan Yapen, Alex Nussy, kepada Kompas.com, Senin (20/8/2018).

Menurut dia, untuk menyelesaikan masalah tersebut, Pemda Kepulauan Yapen telah mengangkat guru kontrak sejak tahun 2014 yang ditempatkan di sekolah-sekolah, mulai tingkat SD hingga SMA. Saat ini di Kepulauan Yapen ada 11 TK, 59 PAUD, 31 SMP, 11 SMA dan 5 SMK baik negeri dan swasta.

“Namun keuangan pemerintah daerah tiap tahun kan berubah dan tidak cukup untuk membayar guru kontrak sebanyak itu. Guru kontrak bukan pegawai negeri . Jadi saat ini yang kami butuhkan ya sekitar 500 guru. Kurangnya guru ini menjadi salah satu alasan masih ada anak yang putus sekolah di Kepulauan Yapen ini,” ucap Alex.

Saat ini, guru kontrak di Kepulauan Yapen di SD berjumlah 123 guru, SMP ada 50 guru dan SMK sebanyak 40 guru. Namun setiap tahun, angkanya tersebut berubah sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Kekurangan guru ini, menurut Alex, disebabkan karena sejak lima tahun terakhir tidak ada pengangkatan pegawai negeri di Kepulauan Yapen. Untuk tingkat SD, kekurangan sekitar 315 guru, sementara SMP kekurangan sekitar 50 guru dan untuk SMA kekurangan sekitar 40 guru.

“Bahkan di salah satu distrik, ada SD yang hanya diajar oleh kepala sekolah dan istrinya. Ada juga yang sekolah yang melibatkan mereka yang lulus SMA di daerahnya untuk mengajar di sebuah SD,” jelas Alex.

Padahal, Pemerintah Yapen sendiri telah memberikan program baju gratis untuk anak-anak sekolah di Kepulauan Yapen mulai PAUD hingga SMA baik sekolah negeri dan sekolah swasta. Masing-masing anak akan mendapatkan empat stel baju yang digunakan untuk sekolah.

Selain itu, mereka juga memberikan beasiswa untuk mereka yang meneruskan kuliah di luar kota dan nantinya setelah lulus, mereka akan kembali ke Kepulauan Yapen untuk mengajar.

“Untuk angkatan pertama yang kuliah di Tangerang sudah wisuda Agustus lalu ada 27 orang, sementara yang masih studi angkatan kedua dan ketiga, masing-masing 25 orang, jadi total 50 orang. Ada juga 7 orang yang saat ini menyelesaikan studi di luar neger seperti Jerman dan China. Harapannya nanti mereka akan kembali ke Yapen untuk memberikan kontribusi, khususnya di pendidikan untuk tanah kelahirannya,” ungkapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Regional
Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Regional
3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

Regional
Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Regional
Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Regional
Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Regional
Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Regional
Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Regional
Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Regional
8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

Regional
Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Regional
Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Regional
Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Regional
Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Regional
Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X