Gempa Lombok, Hampir Semua Jalur Pendakian Gunung Rinjani Alami Longsor

Kompas.com - 22/08/2018, 06:14 WIB
Keindahan kaldera Gunung Rinjani dengan Danau Segara Anak dan gunung anakan Barujari menjadi salah satu daya tarik wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. KOMPAS/Iwan SetiyawanKeindahan kaldera Gunung Rinjani dengan Danau Segara Anak dan gunung anakan Barujari menjadi salah satu daya tarik wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

MATARAM, KOMPAS.com - Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Sudiono, mengatakan, jalur pendakian Gunung Rinjani masih ditutup untuk waktu yang belum bisa ditentukan.

Hal ini karena gempa bumi masih kerap mengguncang pulau Lombok yang mengakibatkan longsor di lereng Gunung Rinjani.

"Saya kira lebih meyakinkan kita ke depan, penutupannya bisa lebih lama lagi," kata Sudiono saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/8/2018).

Baca juga: Gempa Guncang Lombok, Longsor Terjadi di Sembalun di Kaki Gunung Rinjani

Dia mengatakan, kejadian gempa bumi yang kerap mengguncang Lombok mengakibatkan hampir di semua kawasan pendakian Gunung Rinjani terjadi longsor meskipun berskala kecil.

Topografi Rinjani yang bergunung-gunung dan struktur tanah yang terdiri dari pasir, batu dan krikil mengakibatkan kawasan ini mudah sekali terkena longsor karena ikatannya tidak kuat.

"Tidak aman untuk pendakian. Sangat berisiko. Kami tunggu sampai stabil sampai menunggu kajian," ungkap Sudiono.

Baca juga: Tak Ada Gema Takbir di Sembalun Lawang, Lereng Gunung Rinjani...

Saat ini, seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani masih ditutup sementara. Pihaknya belum bisa memastikan kapan jalur pendakian akan dibuka kembali.

"Pintu-pintu (pendakian) sudah kami tutup, sudah kami bikin palang begitu ada tulisan baliho bahwa pendakian ditutup. Petugas kami juga kena bencana mereka pasti mengurus keluarga semua. Kalau ada orang mendaki itu berarti cari masalah. Karena yang antar pun tidak ada. Guide saja yang biasa ngantar dibayar juga enggak mau," kata Sudiono.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X