BUMD Kelola Tambang Nikel Bisa Angkat Ekonomi Sulteng

Kompas.com - 21/08/2018, 22:37 WIB
Ilustrasi tambang TOTO SIHONOIlustrasi tambang

KOMPAS.com - PT Pembangunan Sulawesi Tengah, BUMD milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sulteng), dinilai layak mengelola tambang nikel di wilayah kerja Bahodopi Utara, Kabupaten Morowali.

Pakar hukum pertambangan dari Universitas Trisakti Ahmad Redi mengatakan, BUMD sebaiknya diberi kesempatan serta kepercayaan oleh Kementerian ESDM untuk mengelola tambang nikel tersebut.

"Pemerintah bisa mengakomodasi kepentingan pemerintah daerah, masyarakat, BUMD dan juga BUMN," ujar Ahmad Redi, seperti dikutip dari Antara.

Menurut Redi, inisiatif BUMD yang ingin mengelola Blok Bahodopi Utara sangat baik. Bila BUMD ini mampu mendapatkannya dengan bekerja sama bersama BUMN melalui pembentukan perusahaan patungan maka akan lebih baik.

Baca juga: Lima Sektor Ini Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Sulteng 2017

"Intinya, sumber daya alam mesti diprioritaskan oleh perusahaan negara atau daerah," ujarnya.

Sesuai UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, wilayah yang diusahakan baik wilayah baru, hasil penciutan, atau wilayah bekas wilayah lain, statusnya dikembalikan kepada negara.

Proses pengusahaannya dilelang dan pemenangnya mendapatkan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan memulai kegiatannya dari awal, yaitu melalui eksplorasi, lalu operasi produksi.

Redi mengatakan dalam UU Minerba, Usaha Pertambangan mineral logam memang harus dilelang secara terbuka, baik kepada BUMN-BUMD maupun perusahaan swasta.

"Idealnya, BUMN dan atau BUMD yang memiliki prioritas," katanya.

Untuk diketahui, Pemprov Sulteng mengajukan penawaran kepada Kementerian ESDM untuk mengambil alih pengelolaan Blok Bahodopi Utara melalui BUMD.

Baca juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Melambat di 2017

Dalam upaya tersebut, Pemprov dan PT Pembangungan Sulteng telah bertemu Menteri ESDM Ignasius Jonan. Upaya lainnya, Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyambangi Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemprov Sulteng, Elim Somba mengatakan pihak Pemprov sudah berjuang sejak 10 tahun lalu agar Blok Bihodopi bisa dikelola oleh BUMD.

Pemprov dan masyarakat Sulteng sudah memperjuangkan pelepasan pengelolaan eks tambang PT Vale Indonesia Tbk (INCO) itu sejak 2008.

Direktur Utama PT Pembangunan Sulteng, Suaib Djafar menambahkan BUMD tidak ingin blok Bahodopi Utara telantar kembali. BUMD telah menyiapkan diri untuk mengelola blok tambang nikel itu termasuk komitmen dalam pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan ( smelter) nikel.

Pengembangan tambang nikel melalui smelter akan memberi nilai tambah sehingga berdampak besar bagi masyarakat Sulteng.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X