Dinilai Tak Memenuhi Syarat, 16 Bakal Caleg di Jateng Ajukan Sengketa

Kompas.com - 21/08/2018, 18:55 WIB
Ilustrasi KOMPASIlustrasi

SEMARANG, KOMPAS.com – Sebanyak 16 bakal calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Tengah mengajukan permohonan sengketa ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah dan kabupaten/kota.

Mereka yang dicoret oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Jawa Tengah, Heru Cahyono menjelaskan, Bawaslu telah menerima permohonan sengketa dari 16 bakal caleg yang dicoret tersebut.

Mereka mengajukan gugatan tak lama setelah KPU menerbitkan Daftar Caleg Sementara (DCS) untuk calon DPRD.

Baca juga: Bawaslu Gelar Mediasi terhadap PSI dan PBB Terkait Bakal Caleg

“Data di Bawaslu Jateng ada 16 obyek sengketa yang diajukan berbagai partai politik di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah,” ujar Heru, Selasa (22/8/2018).

Heru menyatakan, Bawaslu telah bersiap menangani permohonan sengketa yang diajukan.

Sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Bawaslu adalah lembaga yang berwenang untuk menangani sengketa, jika ada perselisihan antara peserta pemilu dengan penyelenggara pemilu maupun antar peserta pemilu. 

Sebelum dilakukan penanganan perkara, Bawaslu punya mekanisme tersendiri, mulai dari pemeriksaan kelengkapan berkas.

Jika berkas dinyatakan lengkap, maka selanjutnya akan dilakukan proses mediasi.

“Jika kedua belah pihak menyetujui kesepakatan dalam mediasi, maka akan selesai,” tutur dia.

Baca juga: 3 Eks Koruptor Lolos Jadi Caleg, M Taufik Yakin Bawaslu DKI Kabulkan Gugatannya

Namun jika tidak ditemukan kata sepakat, maka proses dilanjut dengan adjudikasi. Bawaslu maksimal bersidang untuk memutus sengketa dalam waktu 12 hari kerja.

Koordinator Divisi Humas Bawaslu Jateng, Rofiuddin menambahkan, 16 bakal caleg itu yaitu 1 caleg DPRD Jateng dari Partai Hanura. Caleg ini mengajukan karena terdaftar sebagai mantan narapidana kasus korupsi.

Sementara sisanya, 3 caleg DPRD Wonosobo, 2 caleg DPRD Rembang, 2 caleg DPRD Sragen, 1 caleg DPRD Kota Surakarta, 1 caleg DPRD Pati, 2 Caleg DPRD Banyumas, 1 caleg DPRD Blora, 1 Caleg DPRD Brebes, 1 Caleg DPRD Tegal, dan 1 Caleg DPRD Sukoharjo.

“Banyak partai yang mengajukan sengketa TMS karena mantan napi korupsi,” tandas Rofiudin. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Menghancurkan Secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?'

"Menghancurkan Secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?"

Regional
Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Regional
Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Regional
Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Regional
Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Regional
Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

Regional
Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Regional
3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X