Menteri Susi: Ini Bukan Gaya-gayaan, Warga dan Pejabat Tak Perlu Mempertanyakan...

Kompas.com - 21/08/2018, 16:36 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti saat memimpin secara simbolik penenggelaman 125 kapal pelaku illegal fishing di Perairan Kema, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Senin (20/8/2018). TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUWMenteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti saat memimpin secara simbolik penenggelaman 125 kapal pelaku illegal fishing di Perairan Kema, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Senin (20/8/2018).

BITUNG, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memimpin penenggelaman 125 kapal pencuri ikan di 11 lokasi berbeda di Indonesia, Senin (20/8/2018).

Susi secara simbolis memimpin penenggelaman kapal serentak di seluruh Nusantara di Perairan Kema di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Secara simbolik, enam kapal ditenggelamkan secara bersamaan oleh petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung dengan cara dibocorkan lambung kapalnya atau dipotong-potong perlahan. Sementara itu, sembilan kapal lainnya sudah ditenggelamkan duluan.

Baca juga: Asisten Pribadi Menteri Susi yang Jadi Buah Bibir...

15 nama kapal yang ditenggelamkan di Perairan Kema, yaitu KM Solavide, KM Camar, FB Jharred, FB Ca Jebo, KM Alvin Troy, KM Alvin Troy, FB Jan Jade, FB PMC-26, FB Vient 06, FB Gileye,  QNC 90271.TS, KM Divine, KM Gracia, KM Citra 08 Filipina dan KM Kury Guava Filipina.

"Kami menenggelamkan 125 kapal di sebelas titik di Indonesia sebab satu kapal belum siap ditenggelamkan," ujar Susi, Senin.

Dia mengatakan, penenggelaman kapal harus menjadi bagian penting dalam rangka melakukan satu peningkatan hukum yang akan membuat aparat hukum dihormati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak boleh hanya karena beberapa pejabat atau opini segelintir orang sehingga keputusan yang sudah inkracht menurut hukum dipertanyakan atau dicibir atau di-bully," ujarnya.

Baca juga: Saat Menteri Susi Terpeleset Sebut Gubernur DIY Jadi Gubernur DKI

Dia mengatakan, penenggelaman kapal juga dilakukan demi menjaga kedaulatan sumber daya laut kita dan kehormatan negara dan bangsa Indonesia.

"Ini bukan hanya sekadar gaya-gayaan, tidak boleh, sebab itu amanah undang-undang dan setiap warga negara dan pejabatnya tidak perlu mempertanyakan," tegasnya.

Sebab menurut Susi, itu juga merupakan integritas dari bangsa Indonesia.

"Tanpa penenggelaman kapal tidak mungkin ilegal fishing dihentikan," tutur dia.


Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul 7 Fakta Menarik Menteri Susi di Bitung, Pantau Selat Lembeh hingga Komandoi Penenggelaman 125 Kapal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.