Candi Borobudur Jadi Venue Utama Festival Payung Indonesia Kelima

Kompas.com - 21/08/2018, 16:31 WIB
Sebuah relief di kaki Candi Borobudur menunjukkan tata cara pengibaran dwi warna. Repro Buku Berkibarlah Benderaku-Tradisi Pengibaran Bendera PusakaSebuah relief di kaki Candi Borobudur menunjukkan tata cara pengibaran dwi warna.

SOLO, KOMPAS.com - Gelaran Festival Payung Indonesia (FPI) ke-5 Tahun 2018 dipusatkan di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah pada 7-9 September 2018.

Festival Payung Indonesia 2018 ini mengambil tema "lalitavistara".

Menurut Direktur Program Festival Payung Indonesia, Heru Prasetya, tema ini menggambarkan cerita payung salah satu relief di Candi Borobudur.

Tema ini menjadi harapan besar dari pelaksanaan Festival Payung Indonesia.

Baca juga: September Saanya Wisata ke Solo, Ada Festival Payung Siap Digelar

"Diadakannya di Borobudur. Artinya memberikan kesempatan kita untuk mengeksplorasi Borobudur sebagai salah satu inspirasi dari karya-karya para kreator payung di Indonesia dari yang tradisi sampai modern," ujar Heru di Solo, Selasa (21/8/2018).

Heru mengungkapkan, Festival Payung Indonesia bukan sekadar pameran ataupun workshop. Dalam festival ini terdapat tari, musik, arak-arakan payung, hingga jelajah desa payung.

"Bukan hanya di Candi Borobudur, tapi juga lima desa di sekitar Borobudur. Ada Desa Wanurejo, Ngadiharjo, Bumiharjo, Borobudur, dan Desa Karangrejo," jelas dia.

Heru menjelaskan, pada tahun kelima ini, Festival Payung Indonesia akan diikuti peserta dari dalam maupun luar negeri.

Ada empat negara yang menyatakan ikut yakni Pakistan, India, Thailand, dan Jepang. Mereka akan menampilkan karya seni berupa tarian, fesyen, dan pameran payung.

Selain itu, lebih dari 50 daerah di Indonesia ikut terlibat dalam memeriahkan Festival Payung Indonesia 2018. Mereka di antaranya Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, dan lainnya.

"Salah satu visi Festival Payung Indonesia adalah menyapa pusaka-pusaka dunia. Candi Borobudur ini kan salah satu dari tujuh keajaiban dunia sehingga kita adakan di sana," papar dia.

Di samping itu, alasan Festival Payung Indonesia diselenggarakan di Candi Borobudur, karena salah satu relief Candi Borobudur menjadi inspirasi para kreator seni payung, khususnya di Indonesia.

"Sekaligus untuk menarik tingkat kunjungan wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia, terutama Candi Borobudur," beber Heru.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X