Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/08/2018, 16:05 WIB
Achmad Faizal,
Reni Susanti

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Sapi kurban sumbangan Presiden Joko Widodo dipajang di halaman Masjid Al-Akbar Surabaya, Selasa (21/8/2018).

Sapi berwarna putih berjenis peranakan ongole (PO) itu menjadi tontonan warga.

Sapi yang dibeli dari Sawiyan, peternak asal Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan itu terlihat lebih besar dari beberapa ekor sapi yang dipajang di halaman masjid Al-Akbar Surabaya.

Sapi kurban Jokowi diletakkan sejajar dengan sapi kurban milik gubernur Jatim dan wakil gubernur Jatim.

Baca juga: Kesibukan Kampung Tusuk Sate Jelang Idul Adha...

Sapi berusia 4,5 tahun itu memiliki bobot 1 ton 50 kilogram, tinggi badan sapi 152 centimeter, sementara panjangnya mencapai 170 centimeter.

"Sapi ini sering menang kontes kecantikan," kata Sawiyan.

Sawiyan menjelaskan, sapinya dibeli Presiden Jokowi seharga Rp 56 juta. "Karena yang beli Pak Jokowi, saya kasih murah. Harusnya lebih dari harga itu," tutur Sawiyan.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Wemmi Niamawati mengatakan, sapi milik Jokowi sudah diperiksa kesehatannya oleh tim Dinas Peternakan Provinsi Jatim.

"Sebelum didatangkan di Surabaya, tim kami sudah memeriksa kesehatannya di tempat peternak. Begitu juga untuk sapi milik gubernur dan wakil gubernur Jatim," katanya.

Sapi kurban gubernur Jatim juga dibeli dari peternak di Lamongan, namun dari Kecamatan Tikung.

Sapi kurban gubernur Jatim memiliki berat 900 kilogram jenis limosin. Sapi bantuan Jokowi dan gubermur Jatim rencananya akan disembelih seusai shalat Idul Adha, Rabu (22/8/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com