Kompas.com - 21/08/2018, 13:58 WIB
Eni meruncingkan tusuk sate di depan rumahnya, di Jalan Kerandon, Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa (21/8/2018). Binyo mengepak sejumlah ikat tusuk sate dan dimasukan ke dalam plastik untuk dipasarkan. KOMPAS.com/ Muhamad Syahri RomdhonEni meruncingkan tusuk sate di depan rumahnya, di Jalan Kerandon, Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa (21/8/2018). Binyo mengepak sejumlah ikat tusuk sate dan dimasukan ke dalam plastik untuk dipasarkan.

Aktivitas itu meningkat karena banyaknya pesanan. Selain itu, mereka juga perlu kerja cepat untuk mengejar waktu agar sejumlah pesanan dapat terpenuhi.

“Ya banyak kalau saat ini. Sehari saya bisa menyelesaikan 25 hingga 30 iket tusuk sate, yang biasanya hanya 10–15 iket perhari,” jelas Eni.

Peningkatan pesanan ini terjadi karena budaya Indonesia, kerap membuat sate seusai pelaksanaan Idul Adha.

Ia menjual tusuk sate per ikat. Satu ikat berisi 100 tusuk. Sebelum diikat, tusuk sate yang baru selesai diruncingkan kembali dijemur di sisi kanan kiri jalan agar kualitas bambu semakin kering dan baik saat digunakan.

Kampung Tusuk Sate

Binyo, salah seorang perantara atau pengepul tusuk sate dari pengrajin mengatakan, tusuk sate itu dikirim ke sejumlah pasar di dalam dan luar Cirebon.

Mulai dari Kuningan, Indramayu, hingga Majalengka. Selain murah, kualitas tusuk sate juga baik, sehingga Kampung Karangsari sudah lama dikenal sebagai kampung pembuat tusuk sate.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Banyak mas, dari ujung sana, sampai ke sana, bahkan di dalam juga banyak,” kata Binyo sambil menunjukkan sejumlah titik lokasi pembuatan tusuk sate.

Pria berbadan gemuk ini mengaku membeli tusuk sate dari Eni, dan pengrajin lainya seharga Rp 2.500 per ikat.

Baca juga: Saya Jualan Kurban di Sini Untungnya Lebih Rp 10 Juta, kalau Mau Larang, Carikan Tempat yang Ramai

 

Dia kemudian menjual ke pasar atau warung-warung lain sekitar Rp 3.000. Binyo mendapat upah Rp 500 pada tiap ikat yang dia jual.

“Tiap tahun dan sudah lama mas. Untungnya lumayan saja untuk menari uang tambahan lebaran nanti,” jelas Binyo.

Para ibu rumah tangga di sekitar desa ini tetap melestarikan pekerjaan yang diwariskan orangtua terdahulu.

Mereka memanfaatkan bambu yang berada di sekitar menjadi lebih berharga dengan dibuat tusuk sate.

Meski hasilnya tidak banyak, setidaknya dengan upaya itu, mereka dapat memenuhi sedikit kebutuhan di tiap perayaan Idul Adha.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.