Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/08/2018, 13:14 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunung Kidul, Yogyakarta, menetapkan 597.432 pemilih untuk pemilu serentak 2019 mendatang.

"Sudah ditetapkan DPT Gunung Kidul dalam Pemilu 2019 ada 597.432 pemilih," kata Ketua KPU Gunungkidul, M Zainuri Ikhsan rapat pleno terbuka penetapan dan rekapitulasi DPT Pemilu 2019 di Wonosari, Selasa (21/8/2018)

Angka itu menurun dari daftar pemilih sementara (DPS) yang ditetapkan 2019 sebanyak 607.112 pemilih.

Hal ini lantaran beberapa pemilih dicoret karena ganda saat pendaftaran, tidak memenuhi persyaratan (TMS), hingga belum melakukan perekaman E KTP.

"Paling banyak yang dicoret karena belum melakukan perekaman E-KTP, ada 6.101 orang," ucapnya.

Zainuri mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Disdukcapil) Gunung Kidul mengenai hal tersebut.

Baca juga: Server Dukcapil Palopo Sudah Diaktifkan, Tapi Hanya Melayani E-KTP

Selain itu, untuk para siswa SMA sederajat, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Menengah Provinsi DIY untuk merekam penduduk yang sudah berusia 17 tahun atau akan 17 tahun pada April 2019 mendatang.

"Nanti akan kita kawal bersama Disdukcapil, jangan sampai ada yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya," ucapnya.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Gunung Kidul, Arisandy Purba menyampaikan, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendatangi SMA yang ada di Kabupaten Gunung Kidul.

"Kita akan berkoordinasi dengan sekolah, kemungkinan akan dimulai dari September 2018 sampai Februari atau Maret tahun depan, dan target 20 sekolah, jangan sampai anak-anak sekolah kehilangan haknya untuk memilih," katanya.

Baca juga: Server Dinonaktifkan, Sudah 3 Pekan Warga Tak Bisa Urus E-KTP

Arisandy mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan KPU Gunung Kidul meski data yang diberikan kepada KPU merupakan wewenang pusat. Pihaknya juga akan menyisir warga yang belum melakukan perekaman.

"Sampai saat ini sudah ada sekitar 97 persen warga Gunung Kidul yang sudah melakukan perekemanan dari sekitar 600.000 warga.

"Sisanya yang belum melakukan perekaman KTP elektronik adalah mereka yang telah jompo maupun kaum disabilitas. Kami juga nanti akan berkoordinasi KPU terkait temuan data penduduk," ucapnya.

Kompas TV KPU Jawa Timur terus melakukan konsolidasi dan perekaman data terhadap warga yang belum masuk dalam DPT.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Regional
Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.