"Nyaleg" DPR, Puti Diajak Risma Blusukan ke Kampung Dolly

Kompas.com - 20/08/2018, 21:26 WIB
Risma dan Puti Guntur Soekarno melihat usaha warga eks lokalisasi Dolly. KOMPAS.com/Achmad FaizalRisma dan Puti Guntur Soekarno melihat usaha warga eks lokalisasi Dolly.

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya terlihat bersama Puti Guntur Soekarno, cucu Bung Karno, blusukan ke eks lokalisasi Dolly Surabaya, Senin (20/8/2018).

Namun kapasitas Puti bukan lagi sebagai calon gubernur Jatim, melainkan caleg DPR RI dari PDI-P.

Puti dan Risma menyaksikan penyerahan 15 mesin jahit bantuan perusahaan produsen mesin jahit merek Singer kepada kelompok usaha bersama Mampu Jaya yang dijalankan warga eks lokalisasi Dolly.

Setelah kalah Pilkada Jatim, Puti memilih pindah daerah pemilihan (Dapil) sebagai caleg.

Baca juga: Lawan Gus Ipul-Puti, Khofifah-Emil Menang Tipis di Surabaya

 

Dua periode sebelumnya, Puti berangkat dari Dapil Jawa Barat. Kali ini, dia berangkat dari Dapil 1 Jawa Timur yang meliputi Surabaya dan Sidoarjo.

Menjadi seorang caleg, Puti menyebut dirinya akan tetap berjuang untuk kepentingan masyarakat.

"Hanya saja wilayahnya berbeda. Di DPR, wewenangnya di wilayah penganggaran dan penganggaran," bebernya.

Bersama Risma, Puti berkomitmen akan tetap mengawal pendidikan gratis bagi warga di dapilnya.

Baca juga: Nonton Asian Games Hingga Bertemu Jokowi, Kenapa Joni Selalu Pakai Seragam SMP?

 

"Komitmen kami tetap, akan mengawal pendidikan gratis bagi warga Surabaya," jelas Puti.

Di Pilkada Jatim, Puti menjadi cawagub pendamping Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Pasangan yang diusung PDI-P, PKB, Partai Gerindra, dan PKS ini kalah melawan pasangan Khofifah Indar Parawansah dan Emil Elistyanto Dardak yang diusung Partai Demokrat, PPP, PAN, Hanura, Golkar, dan Partai Nasdem. 

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Regional
Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Regional
Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Regional
Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Regional
Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X