Prajurit TNI Diperintahkan Kejar Pelaku Pembunuhan 2 Tentara di Papua

Kompas.com - 20/08/2018, 09:22 WIB
Ilustrasi.KOMPAS Ilustrasi.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E Supit telah memerintahkan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih untuk mengejar Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata KKSB (TPNPB/OPM) yang berbasis di hutan pedalaman Papua.

Hal itu dilakukan menyusul gugurnya dua anggota TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Minggu (19/8/2018), akibat ulah Kelompok KKSB, yang menyergap rombongan TNI ketika hendak melalukan aksi sosial kepada masyarakat.

"Secara umum situasi wilayah Papua tetap kondusif. Insiden tadi terjadi di wilayah yang cukup jauh dari pusat kegiatan masyarakat. Tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat Papua. Sangat disayangkan kelompok itu melakukan aksi di hari Minggu, hari yang kudus bagi masyarakat Papua yang sebagian besar umat Kriatiani," kata Mayjen TNI George E Supit melalui Wakapendam XVII/Cendrawasih Letkol Inf Dax Sianturi, malam tadi.

Dax menilai, apa yang dilakukan kelompok OPM tentunya tidak menghargai saudara-saudaranya sendiri.


"Jelas kelompok itu bukan representasi orang Papua," kata Dax membacakan pernyataan Pangdam.

Baca juga: TNI di Papua Diminta Waspada Pasca-pembunuhan 2 Tentara oleh OPM

Dax menegaskan, Kodam XVII/Cenderawasih mengecam tindakan teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (TPNPB/OPM) yang bertujuan menimbulkan ketakutan masyarakat di wilayah Papua.

"Terlebih teror tersebut dilakukan terhadap personel TNI yang sedang melakukan pengamanan di wilayah Papua melalui pendekatan kemanusiaan kepada masyarakat Papua. Tindakan teror yang dilakukan TPNPB/OPM jelas merupakan tindakan makar terhadap pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

Dax Sianturi menambahkan, atas insiden ini, pihaknya tetap selalu mengedepankan upaya persuasif untuk mengajak anggota KKSB (TPNPB/OP) untuk meletakkan dan menyerahkan senjata kepada pihak keamanan dan menghindari terjadinya konflik senjata demi tercapainya kedamaian di tanah Papua.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Papua dan bangsa Indonesia untuk bersatu melawan teror yang dilakukan Kelompok KKSB (TPNPB/OPM) demi tetap tegaknya kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Dax Sianturi menambahkan, apa yang dialami dua prajurit TNI ini tentu menjadi luka yang mendalam bagi mereka. Sebab, kedua korban dihadang ketika hendak melalukan aksi sosial, yakni membagikan makanan untuk anak-anak setempat, dalam rangka memperingati HUT ke-73 RI.

"Jadi ketika kejadian, anggota hendak memberi sumbangan bahan makanan kepada anak-anak usia sekolah yang berada di Kampung Tingginambut. Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur para prajurit dalam memperingati HUT ke-73 RI. Selain itu, pemberian bahan makanan ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak usia sekolah di Kampung Tingginambut agar semakin giat dalam menuntut ilmu," katanya.

Baca juga: Dua Prajurit TNI Gugur Ditembak Anggota OPM di Puncak Jaya, Papua

Adapun kedua prajurit TNI yang gugur, yakni Komandan Pos Tingginambut Letda Inf Amran Blegur dan anggotanya, Pratu Fredi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Regional
Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Regional
Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Close Ads X