4 Fakta Karnaval Siswa TK "Bersenjata" di Probolinggo

Kompas.com - 20/08/2018, 08:57 WIB
karnaval TK yang menuai kontroversi Screenshot Facebookkarnaval TK yang menuai kontroversi

KOMPAS.com - Karnaval siswa TK di Probolinggo dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-73, Sabtu (18/8/2018) lalu, menjadi kontroversi di masyarakat.

Sebab, kostum yang dikenakan dan alat peraga yang dibawa siswa dianggap tidak sesuai dengan usia para siswa TK. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dan sejumlah tokoh pun angkat bicara terkait kasus tersebut.

Berikut fakta-fakta terkait karnaval siswa TK Kartika V-69 di Probolinggo.

1. Viral, Kepala Taman Kanak-Kanak minta maaf

Berdasarkan survei ini, sekitar 80 persen desainer interior beralih dan aktif di berbagai platform sosial media.ftadviser.com Berdasarkan survei ini, sekitar 80 persen desainer interior beralih dan aktif di berbagai platform sosial media.

Hartatik, Kepala Sekolah Kartika V-69, meminta maaf atas kejadian pawai anak didiknya.

Menurut Hartatik, tema kostum karnaval bertujuan mengenalkan perjuangan Rasulullah dan meningkatkan keimanan para siswa.

Pihak sekolah hanya memanfaatkn properti di gudang sekolah.

"Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini," kata Hartatik, Sabtu (18/8/2018).

Baca Juga: Kronologi Pesta Miras Oplosan yang Merenggut 3 Nyawa di Gresik

2. Dandim minta maaf

Tentara.Thinkstock Tentara.

Lokasi Taman Kanak-Kanak Kartika V-69 ternyata ada di kompleks markas Kodim 0820, Probolinggo, Jawa Timur.

Hal itu membuat Komandan Kodim 0820, Letkol Depri Rio Saransi, juga meminta maaf kepada masyarakat atas kelengahan Kodim terkait lolosnya kostum pawai siswa TK itu.

“Kami siapkan sanksi, sanksi administrasi. Kami tidak tahu mengenai kostum yang dikenakan. Pihak TK tidak koordinasi dengan kami,” kata Depri.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga M. Maskur, mengatakan, akan menegur dan menyiapkan sanski kepada pihak sekolah.

“Kami menegur kepala sekolah yang bersangkutan. Sanksi juga disiapkan,” tuturnya.

Baca Juga: Kontingen 34 Provinsi Meriahkan Pembukaan Pesparawi Nasional XII

3. Mendikbud telusuri kasus pawai siswa TK

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sedang memberikan bantuan kepada lembaga PAUD yang terkena dampak bencaba gempa di Lombok (15/8/2018)Dok. Kemendikbud Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sedang memberikan bantuan kepada lembaga PAUD yang terkena dampak bencaba gempa di Lombok (15/8/2018)

Dilansir dari Antara, Senin (20/8/2018), Muhadji Effendy memastikan akan menyelidiki kasus pawai yang melibatkan siswa TK di Probolinggo.

Mendikbud ingin mengetahui tujuan pawai dan mengapa siswa TK Kartika V-69 mengenakan kostum bercadar berwarna hitam sambil membawa senjata mainan.

"Kalau dilihat secara utuh, karnaval itu seperti karnaval biasa," kata Mendikbud. Video yang viral di media sosial hanya fokus pada rombongan TK tersebut, namun setelah saya cek langsung di lapangan, karnaval itu tidak ada yang luar biasa, kata Muhadjir.

Namun demikian, Muhadjir menyarankan, agar setiap sekolah harus cermat dan mempertimbangkan secara seirus terkait tema dan tujuan kegiatan bagi anak-anak didik mereka, salah satunya kegiatan pawai.

"Kalau memang belum waktunya dikenalkan properti itu, sebaiknya dipertimbankan masak-masak lebih dulu," katanya.

Baca Juga: Kepala TK Peserta Karnaval yang Bawa Senjata Mainan Bakal Dikenai Sanksi

4. Belum mendapat izin polisi

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Pawai Budaya dengan Tema Bhinekka Tunggal Ika tingkat TK se-Kota Probolinggo belum mengantongi izin kepolisian.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurizal, Sabtu (18/8/2018).

“Kami akan mendalami kasus ini meski sudah melakukan klarifikasi, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Pawai ini tidak berizin. Tapi pada akhirnya kita melakukan pengamanan karena acaranya digelar,” kata Kapolresta.

Hingga saat ini, pihak kepolisian sendiri tengah mendalami kasus tersebut dan sudah meminta klarifikasi Kepala Taman Kanak-Kanak, Hartatik.

Baca Juga: Karnaval Bocah TK Bawa Senjata Mainan, Begini Penjelasan Kepala TK

Sumber (KOMPAS.com: Ahmad Faisol/ Antara: Zumrotun Solichah)

Kompas TV Pawai karnaval diawali peserta dari pelajar dengan iringan musik drum band, kemudian diikuti oleh rombongan peserta yang lain.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Regional
16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

Regional
Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Regional
Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Regional
Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Regional
Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Regional
Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Regional
Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Regional
Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Regional
Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Regional
Jerinx Jadi Tersangka Kasus 'Kacung WHO', Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Jerinx Jadi Tersangka Kasus "Kacung WHO", Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Regional
Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Regional
Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Regional
Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Regional
65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X