Satgas Karhutla Riau Laksanakan Upacara HUT RI ke-73 di Lokasi Sisa Kebakaran

Kompas.com - 18/08/2018, 08:01 WIB
Tim satgas karhutla dari manggala agni daops pekanbaru melaksanakan upacara hut ri ke-73 di lahan sisa kebakaran lahan di desa karya indah kabupaten kampar riau Kontributor Kompas TV Pekanbaru, Citra IndrianiTim satgas karhutla dari manggala agni daops pekanbaru melaksanakan upacara hut ri ke-73 di lahan sisa kebakaran lahan di desa karya indah kabupaten kampar riau

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Manggala Agni Daerah Operasi Pekanbaru, melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke- 73 di kawasan lahan yang sempat terbakar di desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (17/8/2018).

Upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ini dilaksanakan oleh 5 orang personel Manggala Agni Daerah Operasi Pekanbaru, yang saat itu masih melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan seluas 20 Hektar yang terjadi sejak Sabtu (10/8/2018).

Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Pekanbaru, Edwin Putra, mengatakan upacara peringatan hari kemerdekaan RI dilakukan anggota Manggala Agni yang sedang melaksanakan operasi pemadaman karhutla di Desa Karya Indah Kabupaten Kampar.

Baca juga: 4 Helikopter Water Bombing Lakukan Pemadaman Kebakaran Hutan di Riau

Menurut dia, petugas yang tergabung dalam tim Satgas Karhutla Riau diturunkan untuk memadamkan api di lahan gambut yang terbakar. 

"Upacara yang dilaksanakan di lapangan ini merupakan bentuk penghormatan kami terhadap pengorbanan para pahlawan yg berjuang untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, juga menjadi penambah semangat dan memupuk jiwa nasionalisme seluruh anggota yang berjuang memadamkan api di lokasi kebakaran," ucap Edwin.

Di desa Karya Indah ini, luas lahan yang terbakar mencapai 20 hektar. Operasi pemadaman sudah memasuki hari ketujuh dengan kondisi terakhir api berhasil dipadamkan tuntas.

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi di lokasi ini cukup parah, karrna kobaran api dengan mudah meluas dipengaruhi tiupan angin yang kencang. Selain itu, tanah yang bergambut dengan kedalaman mencapai 2 meter cukup menyulitkan petugas untuk memadamkan api. 

Baca juga: 10 Hal dari Perubahan Iklim Ini Memperburuk Kasus Kebakaran Hutan

Selain personel dari Manggala Agni Daops Pekanbaru, tim Satgas dari personel TNI, Polri, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) ikut membatu pemadaman serta menurunkan satu helikopter Water Bombing untuk pemadaman melalui udara.

Setelah api berhasil dipadamkan, sejumlah personel tetap disiagakan untuk melakukan pendinginan supaya lahan gambut yang terbakar tidak mengeluarkan asap, dan saat ini titik api serta asap telah berhasil dipandamkan oleh tim satgas gabungan, Ungkap Edwin.

Saat ini petugas kepolisian telah memasang garis polisi dan melakukan penyegelan di lahan seluas 20 hektar yang terbakar di desa Karya Indah, untuk dilakukan proses penyelidikan penyebab kebakaran pada lahan yang terbakar, tutup Edwin.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Kebun Teh Kayo Aro Kerinci

Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Kebun Teh Kayo Aro Kerinci

Regional
Cerita Warga Berlebaran Lewat 'Video Call', Kadang Kesal Lantaran Hilang Sinyal

Cerita Warga Berlebaran Lewat "Video Call", Kadang Kesal Lantaran Hilang Sinyal

Regional
Kisah Perwira Polda Bengkulu Berjuang Sembuh dari Covid-19, Lari-lari Kecil agar Berkeringat

Kisah Perwira Polda Bengkulu Berjuang Sembuh dari Covid-19, Lari-lari Kecil agar Berkeringat

Regional
Kepada Warga, Pemudik Asal Jakarta yang Telantar 3 Hari di Tasikmalaya Sempat Mencari Neneknya hingga Pasar Cikurubuk

Kepada Warga, Pemudik Asal Jakarta yang Telantar 3 Hari di Tasikmalaya Sempat Mencari Neneknya hingga Pasar Cikurubuk

Regional
Video Ucapan Selamat Idul Fitri Berbahasa Arab Uskup Purwokerto Viral

Video Ucapan Selamat Idul Fitri Berbahasa Arab Uskup Purwokerto Viral

Regional
Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Regional
Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Regional
Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Regional
Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Regional
Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Regional
Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Regional
Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Regional
Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X