Kompas.com - 17/08/2018, 13:32 WIB

ASMAT, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Asmat memberikan akta kelahiran kepada 9.125 anak usia di bawah 4 tahun tepat di HUT RI ke 73, Jumat (17/8/2018).

Pemberian akta kelahiran kepada anak-anak yang tersebar di 224 kampung dari 23 distrik dikarena mereka nantinya akan menerima bantuan melalui Program Bangun Generasi dan Keluarga Papua Sejahtera Papua, atau Bangga Papua.

Sebab, sebelum bantuan itu diberikan, Sekber Bangga Papua Asmat, mendorong tertibnya akta kelahiran maupun kartu keluarga.

Bantuan yang diterima anak-anak asli Papua ini nantinya sebesar Rp 200.000 per bulan.

Pemberian akta kelahiran ini diberikan secara simbolis oleh Wakil Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo kepada pewakilan 10 ibu, tepat diperingatan HUT RI ke-73 yang berlangsung di dermaga pelabuhan agats.

Baca juga: Mulai Juli, Warga Bisa Buat Akta Kelahiran Tanpa Antre

Bupati Asmat Elisa Kambu mengatakan, akta kelahiran selanjutnya akan disalurkan bersamaan dengan bantuan Program Bangga Papua yang direncanakan pada Bulan November mendatang.

"Salah satu dampak positif program Bangga Papua ialah Sekber Asmat mendorong tertibnya akta lahir anak dan kartu keluarga," kata Elisa.

Kepala Sekber Bangga Papua Asmat, Hallason Frans Sinurat mengatakan, pihaknya gencar mensosialisasikan program ini agar masyarakat tahu apa manfaat dan bagaimana dapat terakomodir dalam program Bangga Papua.

"Bantuan yang diberikan ini untuk dipergunakan membeli susu anak dan makanan begizi, dan program ini khusus untuk orang asli Papua,” kata Frans.

Baca juga: Di Karawang, Buat Akta Kelahiran Bisa Melalui WhatsApp

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Asmat sangat mendukung program Bangga Papua karena selaras dengan visi misi pemerintah setempat untuk membangun masyarakat Asmat yang maju, sejahtera dan bermartabat.

Untuk itu, ia berharap kepada orang tua anak penerima bantuan program untuk tidak dipergunakan membeli rokok dan sebagainya. Sebab bantuan yang diberikan ini untuk kebutuhan gizi anak.

“Kami harapkan melalui sosialisasi-sosialisasi itu, masyarakat memahami dan bisa memanfaatkan program perlindungan sosial ini secara maksimal,” pungkas dia.

Kompas TV Setelah satu tahun bersekolah dan tidak diakui karena tidak memiliki akta kelahiran, seorang siswa SDN 68 Lamgugob Banda Aceh akhirnya memiliki akta kelahiran.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.