Beralasan Nafkahi Anak, Perempuan Ini Jual Boneka Berisi Uang Palsu

Kompas.com - 15/08/2018, 07:47 WIB
Kapolres Kebumen, Ajun Komisaris Besar Arief Bahtiar menunjukkan barang bukti dan tersangka pengedar uang palsu dalam pers rilis di Mapolres Kebumen, Selasa (14/8/2018). KOMPAS.com/Iqbal FahmiKapolres Kebumen, Ajun Komisaris Besar Arief Bahtiar menunjukkan barang bukti dan tersangka pengedar uang palsu dalam pers rilis di Mapolres Kebumen, Selasa (14/8/2018).

KEBUMEN, KOMPAS.com - Seorang janda beranak anak, SR (51), tertangkap basah saat akan bertransaksi uang palsu dengan seseorang di Kebumen, Jawa Tengah.

Aksi warga Jakarta Timur ini terbongkar saat akan bertransaksi di depan Alfamart Masjid Agung Kebumen pada Minggu (12/8/2018) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolres Kebumen, Ajun Komisaris Besar Arief Bahtiar mengatakan, SR mengaku mendapatkan uang palsu dari seorang pria asal Semarang berinisial ER yang beberapa waktu lalu ditemuinya di terminal bus Temanggung.

“Modus operandi yang dilakukan SR untuk mengelabui petugas adalah dengan memasukkan 100 lembar uang palsu pecahan Rp 100.000 ke dalam boneka,” tutur Arief, Selasa (14/8/2018).

Baca juga: Jokowi Naik Trail Membonceng TGB Tengok Korban Gempa di Lombok Utara

Dari tersangka ER, sang janda membeli boneka berisi 100 lembar uang palsu seharga Rp 3 juta. Selanjutnya, tersangka menjual kembali kepada pembeli di Kebumen dengan harga Rp 5 juta.

“Tersangka kami tangkap beserta barang bukti sebuah boneka berisi uang palsu. Untuk mengetahui keaslian uang tersebut, kepolisian bekerjasama dengan pihak bank,” ujarnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku nekat mengedarkan uang palsu karena himpitan ekonomi.

Dia gelap mata karena tak memiliki keterampilan apapun dan harus menghidupi dua orang anak seorang diri.

Baca juga: Jadi Idola Baru, Rumah Pemain Timnas U-16 Bagas dan Bagus Ramai Dikunjungi Tamu

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Kebumen. Tersangka dijerat pasal 36 jo pasal 26 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nur, Mantan Pegawai BCA Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X