Pengais Bunga Kamboja Itu Akhirnya Berangkat Haji...

Kompas.com - 13/08/2018, 11:40 WIB
Supaat, jamaah calon haji 2018 asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Supaat adalah petugas makam yang bisa berangkat haji berkat kegigihannya. KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Supaat, jamaah calon haji 2018 asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Supaat adalah petugas makam yang bisa berangkat haji berkat kegigihannya.

SURABAYA, KOMPAS.com - Sesuai jadwal, Senin (13/8/2018) pagi tadi, Supaat sudah menginjakkan kaki di tanah suci. Mimpi penjaga makam untuk pergi haji tahun ini terwujud berkat usahanya mengumpulkan uang dari pekerjaan mengais bunga kamboja yang jatuh di area pemakaman.

Minggu malam pukul 20.00 WIB, kakek berusia 77 tahun asal Desa Pohgurih, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur itu take off dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Saudi Arabia bersama kelompok terbang 77 embarkasi Surabaya. "Insyaalah saya siap beribadah," katanya Minggu siang.

Sehari hari, kakek 6 anak dan 3 cucu itu adalah penjaga makam umum di desa Pohgurih Mojokerto. Penghasilannya tidak menentu, tergantung isi kaleng yang berisi sumbangan dari para peziarah. Kaleng terisi lumayan penuh saat menjelang bulan puasa dan lebaran, karena saat itu selalu banyak peziarah yang datang ke makam.

Baca juga: Suaminya Meninggal Menjelang Berangkat, Katrina Naik Haji Dalam Suasana Duka

Di sela-sela kesibukannya menjadi juru kunci makam, Supaat memanfaatkan waktu untuk mengais bunga kamboja yang jatuh di area makam. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan untuk dijual ke pengepul di Mojokerto dengan harga Rp 400 per kilogram.

"Saya keringkan dulu terus saya jual. Katanya untuk bahan kosmetik," terang Supaat.

Dia pernah mendapatkan untung berlipat-lipat saat harga bunga kamboja naik drastis hingga Rp 115.000 per kilogramnya pada 2015. Dia bekerja keras mengais bunga kamboja di area makam dibantu cucunya.

"Saya sampai minta cucu saya untuk membantu mengumpulkan bunga kamboja yang jatuh di makam," ucapnya.

Di masa itu, dalam sepekan, dia bisa mengumpulkan hingga 53 kilogram bunga kamboja. Namun mahalnya bunga kamboja hanya berlangsung singkat sekitar 3 bulan. "Saat ini harga sudah normal. 4000 rupiah per kilogram," tuturnya.

Baca juga: Menabung 10 Tahun, Nenek Penjual Ikan Asin Akhirnya Berangkat Haji

Hasil dari menjual bunga kamboja dan menjaga makam dikumpulkan Supaat sedikit demi sedikit. 2007, Supaat datang ke kantor KBIH di desanya. Dengan membawa uang Rp 9.600.000, dia mengutarakan ingin berangkat haji kepada pengelola KBIH tersebut.

"Dari situ, setiap kali saya punya uang selalu saya setor ke KBIH. Saya tidak pernah hitung berapa jumlahnya," katanya.

Saat pelunasan, dia justru diberi tahu jika, uang yang dia kumpulkan lebih dari biaya ongkos haji yang ditetapkan. "Alhamdulillah ada sisa 5 juta untuk biaya selamatan di desa," terangnya.

Supaat adalah 1 dari total jemaah haji yang berangkat dari embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 37.055 orang, yang terdiri dari Jatim 35.270 jemaah, Bali 700 jemaah, NTT 670 jemaah, dan sisanya petugas haji.

"Mereka terbagi dalam 83 kelompok terbang. Kelompok terbang terakhir akan diberangkatkan pada 15 Agustus dini hari nanti," kata Sugianto, Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Timur. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koalisi Golkar-PAN Usung Dua Bupati di Pilkada Sulut 2020

Koalisi Golkar-PAN Usung Dua Bupati di Pilkada Sulut 2020

Regional
Tak Izinkan Istri Positif Covid-19 Diisolasi, Suami Yakini Penyakit Disebabkan Setan

Tak Izinkan Istri Positif Covid-19 Diisolasi, Suami Yakini Penyakit Disebabkan Setan

Regional
Ratusan Babi di Ende Mati Diserang Flu Babi Afrika

Ratusan Babi di Ende Mati Diserang Flu Babi Afrika

Regional
64 Kepala SMP di Riau Mundur, Disdik: Mereka Sudah Benar tapi Dianggap Tak Benar

64 Kepala SMP di Riau Mundur, Disdik: Mereka Sudah Benar tapi Dianggap Tak Benar

Regional
Tangis Tobat Anak Pembunuh Ibu Kandung, Langsung Minta Buku Tuntunan Shalat

Tangis Tobat Anak Pembunuh Ibu Kandung, Langsung Minta Buku Tuntunan Shalat

Regional
Ruwetnya Birokrasi Keuangan Negara untuk Layanan Kesehatan di Masa Pandemi

Ruwetnya Birokrasi Keuangan Negara untuk Layanan Kesehatan di Masa Pandemi

Regional
64 Kepala SMP Mundur karena Diperas Penegak Hukum, Disdik Lapor Bupati

64 Kepala SMP Mundur karena Diperas Penegak Hukum, Disdik Lapor Bupati

Regional
Tangis Risma di Pemakaman Kepala DP5A Surabaya: Terima Kasih Sudah Memberikan Semuanya

Tangis Risma di Pemakaman Kepala DP5A Surabaya: Terima Kasih Sudah Memberikan Semuanya

Regional
Anak Perempuannya yang Muncul Saat Webinar Disebut PSK, Dosen Uncen: Ini Pembunuhan Karakter

Anak Perempuannya yang Muncul Saat Webinar Disebut PSK, Dosen Uncen: Ini Pembunuhan Karakter

Regional
Positif Covid-19, Suami Pasien Sebut Istrinya Sakit karena Setan: Seperti Apa Corona, Saya Mau Tahu

Positif Covid-19, Suami Pasien Sebut Istrinya Sakit karena Setan: Seperti Apa Corona, Saya Mau Tahu

Regional
'Saya Baru Dengar di Indonesia, Ada Seluruh Kepala SMP se-Kabupaten Mengundurkan Diri'

"Saya Baru Dengar di Indonesia, Ada Seluruh Kepala SMP se-Kabupaten Mengundurkan Diri"

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Merasa Kurang Enak Badan

Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Merasa Kurang Enak Badan

Regional
Sampah di Kabupaten Bogor Capai 2.900 Ton Per Hari Selama PSBB

Sampah di Kabupaten Bogor Capai 2.900 Ton Per Hari Selama PSBB

Regional
Bayi dengan Kepala Tertinggal di Rahim Lahir Prematur, Ibu Kelelahan Jalan Kaki

Bayi dengan Kepala Tertinggal di Rahim Lahir Prematur, Ibu Kelelahan Jalan Kaki

Regional
Detik-detik Wahab Diterkam Buaya, Perbaiki Jaringan Listrik, Alami Luka Robek di Pinggang

Detik-detik Wahab Diterkam Buaya, Perbaiki Jaringan Listrik, Alami Luka Robek di Pinggang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X