Lapan Pamerkan Pesawat Tanpa Awak dengan Daya Jelajah 350 Km

Kompas.com - 10/08/2018, 20:25 WIB
Pesawat tanpa awak LSU-02 NGLD yang dipamerkan LAPAN pada peringatan Hakteknas di Provinsi Riau, Jumat (10/8/2018).Kompas.com/Idon Tanjung Pesawat tanpa awak LSU-02 NGLD yang dipamerkan LAPAN pada peringatan Hakteknas di Provinsi Riau, Jumat (10/8/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( Lapan) memamerkan satu pesawat tanpa awak di Ritech Expo pada peringatan hari kebangkitan teknologi nasional (Hakteknas) ke-23 di Pekanbaru, Riau, Jumat (10/8/2018).

"Ya, Lapan juga sudah mempunyai pesawat tanpa awak LSU-02 yang dicatatkan di rekor Muri dengan jarak terjauh 200 kilometer," jelas Kasubag Humas Lapan, Jasyanto saat ditemui Kompas.com di lokasi pameran, Jumat.

Untuk pesawat tanpa awak yang baru dibuat ini, lanjut dia, merupakan pengembangan generasi baru dengan jarak terbang lebih jauh.

"Yang baru ini LSU-02 NGLD. Jarak terbangnya mencapai 350 kilometer atau dengan jarak tempuh 5 jam. Bahan bakarnya pertamax," kata Jasyanto.


Dia menambahkan, pesawat tanpa awak ini rencananya diuji coba diterbangkan pada Oktober 2018 mendatang.

"Nanti akan dirilis oleh rekan-rekan di pusat teknologi penerbangan," tutup Jasyanto.

Baca juga: BJ Habibie: Usia Saya 82 Tahun, tetapi Otaknya Seperti Usia 28 Tahun

Peringatan Hakteknas ke-23 tahun 2018 diadakan di Provinsi Riau yang terpusat di Kota Pekanbaru.

Puncak peringatan Hakteknas ini dihadiri Presiden Ke-3 RI BJ Habibie yang sekaligus membuka kegiatan tersebut dengan pemukulan kompang, Jumat.

Hakteknas tahun ini mengangkat tema "Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Energi'. Sedangkan subtemanya adalah "Sektor pangan dan energi di era revolusi industri 4.0".

Baca juga: Sambut Hakteknas, Habibie dan Menristek Ajak Berinovasi untuk Bangsa

Beragam teknologi canggih ditunjukkan pada Hakteknas kali ini. Ada teknologi pengolahan pangan, mesin pengolahan obat-obatan, pengolahan pupuk, pesawat tanpa awak, robot, Arc Plasma Sintering atau alat sintesa material eksperimental dan inovasi lainnya.


Terkini Lainnya

Benarkah China dan Rusia Berada di Balik Upaya Peretasan Data KPU?

Benarkah China dan Rusia Berada di Balik Upaya Peretasan Data KPU?

Nasional
[POPULER NUSANTARA] 74 Warga Hilang Akibat Banjir di Jayapura | Kisah Rendra Raih Gelar Doktor di Usia 24

[POPULER NUSANTARA] 74 Warga Hilang Akibat Banjir di Jayapura | Kisah Rendra Raih Gelar Doktor di Usia 24

Regional
Pria Ini Kembalikan Buku yang Dipinjamnya 53 Tahun Lalu

Pria Ini Kembalikan Buku yang Dipinjamnya 53 Tahun Lalu

Internasional
Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Minta Anggaran Rp 300 Juta-Rp 1 Miliar per Tahun

Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Minta Anggaran Rp 300 Juta-Rp 1 Miliar per Tahun

Nasional
Pembajakan Truk Tangki Pertamina oleh Sopir Korban PHK yang Berujung Pidana..

Pembajakan Truk Tangki Pertamina oleh Sopir Korban PHK yang Berujung Pidana..

Megapolitan
Keberatan Pengacara Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi atas Dakwaan Jaksa

Keberatan Pengacara Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi atas Dakwaan Jaksa

Megapolitan
BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

Nasional
Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Regional
Melawan Manifesto Kebencian

Melawan Manifesto Kebencian

Internasional
Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Regional
Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Internasional
Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Megapolitan
Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni  Rp 15 Juta

Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni Rp 15 Juta

Regional
500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

Regional
Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Megapolitan

Close Ads X