6 Tanggapan Pasca-terungkapnya Cawapres Jokowi dan Prabowo, dari Diam Sejenak hingga Kaget - Kompas.com

6 Tanggapan Pasca-terungkapnya Cawapres Jokowi dan Prabowo, dari Diam Sejenak hingga Kaget

Kompas.com - 10/08/2018, 17:05 WIB
Jokowi dan Prabowo bertemu di Jakarta, Jumat (17/10/2014).KOMPAS.COM/ FABIAN JANUARIUS KUWADO Jokowi dan Prabowo bertemu di Jakarta, Jumat (17/10/2014).

KOMPAS.com - Joko Widodo dan Prabowo sudah memilih para calon pendampingnya untuk beradu pada Pilpres 2019 nanti. Pilihan cawapres kedua calon presiden tersebut pun menuai komentar dari sejumlah tokoh. 

Berikut sejumlah komentar yang muncul dari beberapa tokoh, baik dari partai politik atau budayawan, terkait pilihan cawapres Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

1. Gus Mus pun sempat "berpikir sejenak" Kyai Ma'ruf Amin jadi cawapres

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berbincang dengan KH Ahmad Mustafa Bisri atau Gus Mus di kediamannya, di Leteh, Rembang, Kamis (9/8/2018)Dok. Ganjar Pranowo Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berbincang dengan KH Ahmad Mustafa Bisri atau Gus Mus di kediamannya, di Leteh, Rembang, Kamis (9/8/2018)

Komentar KH Ahmad Mustafa Bisri atau Gus Mus terkait terpilihnya Kyai Ma'ruf Amin, diceritakan oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, Kamis (9/8/2018).

Menurut Ganjar, ulama kharismatik asal Rembang tersebut mengaku sempat diam sejenak sebelum akhirnya berkomentar terkait pilihan Jokowi tersebut.

"Itu ya pilihannya memang harus itu," kata Ganjar menirukan ucapan Gus Mus, saat keduanya bertemu di kediaman Gus Mus di Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin, Leteh, Rembang, Kamis (9/8/2018).

Di akhir percakapan dengan Ganjar, Gus Mus kembali menilai sosok Kiai Ma'ruf sebagai sosok yang bersemangat.

Baca Juga: Gus Mus Tak Sangka Jokowi Pilih Kiai Ma'ruf Amin Jadi Cawapres

2. Gagal merayu UAS, Sandiaga Uno dipilih

Dua sosok yang direkomendasikan Forum Ijtima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama ( GNPF-Ulama) untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden, Abdul Somad (kiri) dan Salim Segaf (kanan).

ANTARA/MUHAMMAD IQBAL DAN GALIH PRADIPTA Dua sosok yang direkomendasikan Forum Ijtima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama ( GNPF-Ulama) untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden, Abdul Somad (kiri) dan Salim Segaf (kanan).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat ( Jabar), Mulyadi, mengatakan, ada perintah dari calon presiden Prabowo Subianto untuk terus merayu Ustad Abdul Somad (UAS) untuk menjadi cawapres.

Namun misi tersebut gagal, dan nama Sandiaga Uno akhirnya disepakati oleh koalisi pendukung untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. 

“Pak Prabowo mengutus saya untuk terus menemui UAS, tapi beliau tetap tidak bersedia maju,” kata dia saat dihubungi melalui ponsel, Kamis (9/8/2018).

Meski gagal membujuk UAS, koalisi akan berusaha memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

“Pak Sandi menjadi wakil juga sudah didiskusikan dengan tokoh ulama dan koalisi,” ucapnya.

Baca Juga: Gagal Rayu UAS, Gerindra Jabar Akan Fokus Menangkan Prabowo-Sandiaga

3. PSI Kaltim sempat kaget, tapi tetap dukung Jokowi-Ma'ruf

Sekertaris PSI Kaltim Pastikan PSI tetap bersama JokowiKompas.com / Gusti Nara Sekertaris PSI Kaltim Pastikan PSI tetap bersama Jokowi

Pengurus dan anggota Partai Solidaritas Indonesia di Kalimantan Timur ( PSI Kaltim) mengaku kaget atas pilihan cawapres Jokowi, yaitu KH Ma'ruf Amin.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris DPW PSI Kaltim, Awaluddin Jalil. PSI berharap Mahfud MD bisa menjadi tandem Jokowi membenahi Indonesia. Hanya saja, pilihan memang sepenuhnya ada di tangan Jokowi.

"Harapan kita awalnya nama Mahfud MD yang digandeng. Beliau punya kedekatan dengan PSI. Bahkan menjadi tim panelis seleksi bacaleg PSI," kata Jalil.

Meski demikian, PSI Kaltim tetap mendukung sepenuhnya pilihan Jokowi. Seluruh struktur dan anggota partai akan digerakkan untuk mensosialisasikan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Baca Juga: PSI Kaltim Mengaku Kaget Pilihan Cawapres Jokowi Berubah

4. Jurus tangkis serangan politik berbau sara dari Jokowi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (5/7/2018). Kompas.com/SLAMET PRIYATIN Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (5/7/2018).

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, menilai pilihan Jokowi menggandeng KH Ma'ruf Amin merupakan taktik mengantisipasi politisasi agama.

"Ketika hari ini situasi eksternal, sosial kapitalisasi agama tinggi, maka butuh tokoh yang bisa menangani, sehingga Indonesia menjadi lebih baik. Ya cocok saja," kata Ganjar, seusai berkunjung ke kediaman Gus Mus di Rembang, Kamis (9/8/2018).

Selain itu, kapasitas dan kapabilitas Ma'ruf Amin dalam memahami pluralitas di Indonesia juga dianggap telah mumpuni.

"Beliau kalau bicara tenang, menyejukkan. Kalau ndalil tak kira tidak ada yang mengalahkan. Itu sisi yang akan dipakai dalam sebuah diksi politik yang berbau agama, pasti Pak Ma'ruf akan sangat mudah menjelaskan," tuturnya.

Baca Juga: Ganjar: Pak Ma'ruf Amin Dapat Menangkis Serangan Politik Berbau Agama

5. Soekarwo menolak berkomentar terkait keputusan Partai Demokrat

Gubernur Jawa Timur, SoekarwoKOMPAS.com/Achmad Faizal Gubernur Jawa Timur, Soekarwo

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo, belum mau berkomentar terkait keputusan partai yang mendukung Prabowo Subaianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

"Saya tidak komentar mendukung siapa karena saya belum mendengar sendiri hasilnya belum sampai ke saya," kata Soekarwo setelah menghadiri pelantikan Asosiasi Media Siber Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (10/8/2018), dilansir dari Antara.

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jawa Timur itu juga menghindar saat ditanya wartawan terkait ketidakhadirannya di acara rapat Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, pada Jumat pagi.

Baca Juga: Mahfud MD Tak Kecewa Batal Jadi Cawapres Jokowi, Hanya Mengaku Kaget

6. Mahfud MD legowo tidak dipilih, hanya kaget

Mahfud MD saat berdialog dengan ratusan ulama NU Pamekasan di aula kantor PCNU Pamekasan. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Mahfud MD saat berdialog dengan ratusan ulama NU Pamekasan di aula kantor PCNU Pamekasan.

Salah satu komentar yang paling ditunggu adalah dari Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Mahfud MD sebelumnya dianggap sebagai kandidat kuat mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019.

"Saya tidak kecewa, kaget saja, karena sudah diminta mempersiapkan diri, bahkan sudah agak detail," kata Mahfud, dalam sebuah wawancara di Kompas TV, pada Kamis (9/8/2018) sore.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah menetapkan nama Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

Sumber (KOMPAS.com: Bayu Galih, Gusti Nara, Putra Prima Perdana, Nazar Nurdin/ Antara: Fiqih Arfani)

 


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X