Polisi Tangkap Pelaku Jambret yang Menwaskan Gadis 26 Tahun

Kompas.com - 10/08/2018, 13:58 WIB
Ilustrasi jambretTHINKSTOCKS/ADRIAN HILMAN Ilustrasi jambret

BIMA, KOMPAS.com - Jajaran Polres Bima berhasil menangkap dua pelaku penjambretan di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dua pelaku tersebut diketahui merupakan pelajar dengan inisial MR (17) dan FD (16), warga Desa Tambe, Kecamatan Bolo.

Kedua pelajar ini diduga pelaku jambret yang menyebabkan korban Ririn (26) meninggal dunia.

Setelah melakukan aksinya, telepon seluler Android hasil rampasan dari seorang gadis berusia 26 tahun itu rupanya tidak dimatikan. Sehingga polisi dengan mudah mengetehui jejak pelaku setelah melacak sinyal melalui alat GPS.


Setelah keberadaan pelaku diketahui, petugas yang dipimpin Kapolsek Bolo langsung melakukan penangkapan pada Kamis (9/8/2018).

Kasat Reskrim Polres Bima, AKP Dhafid Shiddiq SIK mengatakan, kasus penjambretan ini terungkap setelah pihaknya mendapat laporan dari keluarga korban sesuai LP/307/VIII/2018/Ntb/ Res Bolo/Sek Res.bima pasal 363 KUHP.

“Setelah dilakukan penyelidikan, anggota mendapat informasi keberadaan barang bukti melalui GPS. Atas informasi itu, anggota langsung menuju TKP untuk melakukan penangkapan,” ungkap Kasat Reskrim kepada wartawan, Jumat (10/8/2018).

Baca juga: Viral, Video Seorang Nenek Dirampok Jambret Bersenjata Celurit

Ia mengatakan, kedua pelaku tersebut diringkus di kediaman masing-masing. Saat ditangkap, para pelaku pun tak berkutik.

“Tersangka MR ditangkap saat sedang makan di rumahnya, sedangkan FD didapat saat tidur di rumahnya,” ujar Dhafid.

Selanjutnya, para tersangka bersama barang bukti hasil rampasan langsung dibawa ke Mapolres Bima untuk diamankan.

“Saat ini, dua pelajar tersebut telah kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya.

Sebelumnya, kedua pelaku yang masih di bawah umur itu dilaporkan melakukan aksi kejahatan di depan SMP 1 Bolo, jalan lintas Tegal Sari, Desa Rato, pada Jumat (3/8) malam, sekitar pukul 19.00 Wita.

Saat itu, korban berboncengan sepeda motor dengan adik sepupunya, Baim (14).

Tiba di tempat kejadian perkara tepatnya di depan Mapolsek Bolo, tiba-tiba handphone milik korban yang disimpan di dalam bagasi luar motor bagian depan diambil oleh pria yang berboncengan sepeda motor.

"Sebelum melakukan aksinya, para pelaku mengikuti korban yang datang dari arah Desa Tumpu mengendarai sepeda motor. Pada saat korban lengah, kemudian salah satu pelaku yang dibonceng tersangka FD mengambil handphone korban yang disimpan di jok depan motor tersebut," kata Dhafid saat menceritakan kronologi kejadian tewasnya Ririn usai dijambret.

Setelah mengambil ponsel milik korban, lanjut Dhafid, pelaku langsung melarikan diri. Aksi kejar-kejaran pun terjadi, namun di tengah jalan sepeda motor yang dikemudikan korban terjatuh.

Baca juga: Pria Ini Mengaku Jadi Jambret untuk Modal Usaha Bersama Istrinya

Akibatnya, gadis berusia 26 tahun itu tewas. Sementara sepupunya Baim mengalami luka-luka.

"Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta," pungkasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Regional
Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Regional
Close Ads X