Ada Gempa Susulan di Lombok, BMKG Minta Turis di Bali Tak Perlu Cemas - Kompas.com

Ada Gempa Susulan di Lombok, BMKG Minta Turis di Bali Tak Perlu Cemas

Kompas.com - 10/08/2018, 07:24 WIB
Turis mancanegara di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, memenuhi pantai bersiap-siap menaiki kapal cepat menuju Bali, Jumat (25/8/2016). KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Turis mancanegara di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, memenuhi pantai bersiap-siap menaiki kapal cepat menuju Bali, Jumat (25/8/2016).

DENPASAR, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mengatakan berdasarkan hasil pantauan gempa susulan akan sering terjadi namun kekuatannya menurun. Dengan demikian, turis asing dan domestik di Bali diminta tidak panik. 

Hal itu disampaikan petugas BMKG Denpasar Melki Adi Kurniawan, di Denpasar, Jumat (10/8/2018). 

"Pascagempa Lombok pada 29 Juli lalu sampai hari ini, kami terus melakukan pemantauan gempa. Dari data hasil monitoring memang kegempaan susulan semakin sering terjadi, namun kekuatannya cenderung menurun," kata Melki seperti dikutip dari Antara.

Berdasarkan pemantauan BMKG Denpasar bahwa kegempaan susulan memang semakin meningkat, namun dampaknya tidak besar seperti yang terjadi pada beberapa hari lalu.

Baca juga: Gempa Kembali Guncang Lombok, Getaran Terasa Sampai di Bali

"Karena itu, kami mengimbau wisatawan yang berlibur ke Bali dan seluruh warga setempat untuk tidak perlu terlalu cemas, karena gempa yang terjadi di Lombok tidak terlalu membawa pengaruh bagi Bali sendiri," katanya.

Ia menjelaskan kondisi di Pulau Bali tidak terpengaruh gempa susulan yang terus terjadi di Lombok, karena kondisi Pulau Dewata sendiri sampai sekarang masih aman.

Namun, dalam kondisi aman ini, BMKG Denpasar juga mengimbau kepada warga Bali dan wisatawan agar selalu tetap waspada.

Baca juga: Dampak dan Penanganan Gempa Lombok dalam Gambar

Seperti diketahui dampak gempa Lombok beberapa waktu lalu hingga mencapai magnitudo 7,0 membuat 42.239 rumah dan 458 sekolah mengalami rusak. Gempa juga menyebabkan 1.447 orang terluka berat dan 165.003 orang mengungsi.

Pemerintah menetapkan masa tanggap darurat gempa di Nusa Tenggara Barat berlangsung sampai 11 Agustus.

Kompas TV Gempa di Nusa Tenggara Barat terasa hingga ke Bali.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
SumberAntara
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X