Trauma Gempa Susulan, Warga Bermalam di Tenda Darurat

Kompas.com - 09/08/2018, 22:40 WIB
Trauma gempa susulan, warga memilih bermalam di tenda darurat. KOMPAS.com/Karnia SeptiaTrauma gempa susulan, warga memilih bermalam di tenda darurat.

MATARAM, KOMPAS.com - Gempa bumi susulan bermagnitudo 6,2 yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/8/2018) siang, menyisakan trauma.

Sebagian warga terdampak gempa di Kota Mataram memilih tidur di lapangan meskipun rumah mereka tidak mengalami kerusakan.

Pantauan Kompas.com, di Jempong Baru, Kota Mataram, sebagian warga memilih tidur di bawah tenda terpal yang dibuat secara swadaya oleh warga.

Sebagian lainnya memilih tidur di teras rumah dan pinggir jalan.

Baca juga: Fakta Terbaru Gempa Lombok, Jumlah Korban Tewas Capai 259 Orang

Bening, salah seorang warga mengaku merasa lebih aman tidur di tenda daripada di dalam rumah.

Sejak gempa magnitudo 7,0 mengguncang Lombok, Minggu (5/8/2018), setiap malam hari Bening dan keluarganya memilih tidur di tenda darurat.

"Trauma pasti, apalagi ada imbauan dari BMKG untuk waspada gempa susulan sampai beberapa Minggu. Sejuk juga di tenda, merasa lebih aman. Tidur di teras rumah pun saya masih was-was," ungkap Bening.

Ketakutan akan gempa susulan juga dirasakan Hamidah. Jika malam sebelumnya ia dan keluarganya merasa gempa mulai reda dan memberanikan diri tidur di garasi rumah, malam ini Hamidah memilih memboyong keluarganya kembali ke tenda.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Lombok, Seorang Warga Mataram Meninggal

BMKG menyebutkan pascagempa magnitudo 7,0 mengguncang Lombok, NTB Minggu (5/8/2018) malam, hingga Kamis (9/8/2018) pukul 21.00 WITA tercatat sebanyak 392 gempa susulan.

Adanya gempa susulan magnitudo 6,2 dengan pusat gempa 6 km barat laut Lombok Utara, kedalaman 12 km dengan pusat gempa di darat di Kabupaten Lombok Utara pada 9 Agustus 2018 pukul 12.25 WIB menyebabkan masyarakat semakin trauma.

Gempa dirasakan kencang, hingga menyebabkan beberapa bangunan rusak. Data BNPB sementara, sebanyak 24 orang luka-luka tertimpa bangunan roboh akibat gempa magnitudo 6,2 tersebut.

Kompas TV Gempa di Nusa Tenggara Barat terasa hingga ke Bali.

 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gerakan 'Rakyat Bantu Rakyat' di Yogyakarta, Siapkan Makanan untuk Buruh Gendong di Masa Pandemi

Gerakan "Rakyat Bantu Rakyat" di Yogyakarta, Siapkan Makanan untuk Buruh Gendong di Masa Pandemi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Oktober 2020

Regional
Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Regional
KPU Gelar Debat Pilkada Kabupaten Semarang 2020 Hanya Satu Kali

KPU Gelar Debat Pilkada Kabupaten Semarang 2020 Hanya Satu Kali

Regional
Polisi Minta Panitia dan Peserta Fun Bike Bubarkan Diri karena Abai Protokol Kesehatam

Polisi Minta Panitia dan Peserta Fun Bike Bubarkan Diri karena Abai Protokol Kesehatam

Regional
Cerita Dokter di Padang Positif Covid-19 Setelah 8 Bulan Ambil Swab 6.000 Pasien

Cerita Dokter di Padang Positif Covid-19 Setelah 8 Bulan Ambil Swab 6.000 Pasien

Regional
Pergoki Terduga Pencuri dan Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam, 2 Satpam Divonis Penjara, Ini Faktanya

Pergoki Terduga Pencuri dan Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam, 2 Satpam Divonis Penjara, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Lengkap Penangkapan Perwira Polisi Pembawa 16 Kg Sabu di Pekanbaru

Kronologi Lengkap Penangkapan Perwira Polisi Pembawa 16 Kg Sabu di Pekanbaru

Regional
Ribut di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Kepala Pengunjung

Ribut di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Kepala Pengunjung

Regional
Demi Membela Diri dan Melindungi Aset Negara, 2 Satpam Ini Malah Divonis Penjara

Demi Membela Diri dan Melindungi Aset Negara, 2 Satpam Ini Malah Divonis Penjara

Regional
Sempat Terendam Air 2 Meter, Banjir di 3 Perumahan di Kabupaten Bogor Mulai Surut

Sempat Terendam Air 2 Meter, Banjir di 3 Perumahan di Kabupaten Bogor Mulai Surut

Regional
Saat Anak Muda Kenalkan Satra Kuno La Galigo: Ceritanya Seperti The Lord of The Rings

Saat Anak Muda Kenalkan Satra Kuno La Galigo: Ceritanya Seperti The Lord of The Rings

Regional
Libur Panjang, hanya 9 Rest Area yang Dibuka di Tol Trans Lampung

Libur Panjang, hanya 9 Rest Area yang Dibuka di Tol Trans Lampung

Regional
Dokter yang Telah Ambil Swab 6.000 Pasien di Padang Positif Covid-19

Dokter yang Telah Ambil Swab 6.000 Pasien di Padang Positif Covid-19

Regional
Perangkat Desa yang Tertular Corona Saat Rapat Sembuh Setelah Dirawat 2 Minggu, Ini Kisahnya

Perangkat Desa yang Tertular Corona Saat Rapat Sembuh Setelah Dirawat 2 Minggu, Ini Kisahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X