5 Berita Terpopuler Nusantara, Terbongkarnya Penculikan Hasni hingga Fakta Gempa Lombok

Kompas.com - 09/08/2018, 05:12 WIB
Suasana haru saat Hasni berhasil dievakuasi dari celah bebatuan yang tak jauh dari rumahnya. Sanak keluarga  langsung memeluk Hasni, yang diduga telah hilang dan bahkan telah meninggal dunia selama 15 tahun. Dok. Polres TolitoliSuasana haru saat Hasni berhasil dievakuasi dari celah bebatuan yang tak jauh dari rumahnya. Sanak keluarga langsung memeluk Hasni, yang diduga telah hilang dan bahkan telah meninggal dunia selama 15 tahun.

KOMPAS.com — Kisah seputar penculikan dukun Jago (83) terhadap Hasni (28) di Tolitoli, Sulawesi Tengah, masih menjadi terpopuler di Kompas.com pada Rabu (8/8/2018).

Selain itu, perkembangan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya tentang evakuasi korban di reruntuhan bangunan masih menyita perhatian pembaca.

Berita ular piton yang diduga telah memangsa manusia di Sumatera Selatan  juga menjadi perhatian pembaca.

Berikut lima berita terpopuler Nusantara Kompas.com pada hari Rabu kemarin.

Korban Hasni tiap pukul 04.00 Wita dibawa ke cela bebatuan ini, dan pukul 19.00 Wita korban dibawa lagi ke pondok belakang tersangka. Dokumentasi Polres Tolitoli Korban Hasni tiap pukul 04.00 Wita dibawa ke cela bebatuan ini, dan pukul 19.00 Wita korban dibawa lagi ke pondok belakang tersangka.

1. Jago memperdayai Hasni dengan akal-akalan pria tampan di atas gunung

Saat diculik Jago, Hasni masih berusia remaja, 13 tahun. Iming-iming pria tampan dan bujuk rayu Jago menyeretnya ke sebuah lobang di antara batu-batu besar di sebuah gunung.

Tipu muslihat Jago itu pun hanya berujung melampiaskan nafsu bejatnya.  Hasni, seusia itu lebih pantas sebagai cucu Jago.

“Hasni ini sudah dijadikan budak nafsunya dukun ini. Caranya Hasni disugesti dengan foto laki-laki yang diberi nama Amrin. Bahwa Amrin ini adalah jin yang menyukai Hasni,” kata Kapolres Iqbal, Senin (6/8/2018).

Tipu muslihat Jago pun terbongkar setelah salah satu kerabat Hasni melaporkannya ke polisi. Jago pun ditangkap, dengan sejumlah barang bukti. Kasus ini dimungkinkan akan menyeret sejumlah orang, termasuk orang-orang terdekat Jago.

Baca berita selengkapnya di sini

Ilustrasi penculikan.Shutterstock Ilustrasi penculikan.

2. Fakta-fakta di balik kasus penculikan Hasni

Rasa penasaran pembaca terkait kasus Hasni di Tolitoli Sulawesi tengah cukup tinggi. Apakah memang benar praktik perdukunan Jago yang memperdayi Hasni selama 15 tahun atau ada hal yang lain?

Pemberitaan terkait fakta-fakta terkait kasus penculikan Hasni menjadi trending di Kompas.com hari kemarin.

Penangkapan Jago dan ternyata hasil penyelidikan kepolisian memungkinkan adanya tersangka lain, membuat pembaca ingin mengetahui akhir dari kasus Hasni tersebut.

Baca berita selengkapnya di sini

Ular piton yang ditemukan warga dalam kondisi mati usai memangsa seekor babi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.ISTIMEWA Ular piton yang ditemukan warga dalam kondisi mati usai memangsa seekor babi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

3. Di dalam perut ular piton 7 meter ini bukan manusia, tapi...

Seekor ular piton sepanjang 7 meter dengan kondisi perut membesar sempat membuat heboh warga Desa Bandar Agung, Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Selasa (6/8/2018).

Warga yang curiga beramai-ramai menangkap dan membelah isi perut ular yang tak berdaya karena kekenyanga.

Alhasil, di dalam perut ular tersebut ternyata seekor babi hutan, bukan manusia.

Sebelumnya, ular piton malang itu ditemukan warga melingkar di jalan setapak menuju kebun.

Baca berita selengkapnya di sini

25 ikan berbahaya setelah dimusnahkan dengan menggunakan minyak cengkehKOMPAS.com / Wijaya Kusuma 25 ikan berbahaya setelah dimusnahkan dengan menggunakan minyak cengkeh

4. Pemusnahan ikan berbahaya dengan minyak cengkeh

Sebanyak 25 ikan berbahaya dimusnahkan oleh Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta. Ikan yang diserahkan warga ini dimusnahkan dengan menggunakan minyak cengkeh.

"Ikan-ikan ini hasil dari Posko Penyerahan Jenis Ikan Berbahaya atau Invasif. Posko ini dibuka selama satu bulan," kata Kasi Pengawasan Pengendalian Data dan Informasi BKIPM Yogyakarta, Haryanto, Selasa (7/8/2018).

Selama posko dibuka yakni pada Juli 2018, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta juga mengelar sosiasialiasi ke masyarakat.

Sosialiasi tersebut untuk memberikan edukasi terkait jenis ikan yang berbahaya. Selain itu, warga yang memelihara ikan jenis berbahaya diminta untuk menyerahkan ke Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).

"25 ikan berbahaya terdiri dari 13 ikan aligator dan 12 ikan sapu-sapu. Semuanya hari ini kita musnahkan," katanya.

Baca berita selengkapnya di sini

Pengungsi beristirahat dalam tenda darurat di lapangan Menggala, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Lombok bertambah menjadi 131 dari sebelumnya 105 orang.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pengungsi beristirahat dalam tenda darurat di lapangan Menggala, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Lombok bertambah menjadi 131 dari sebelumnya 105 orang.

5. Fakta-fakta gempa di Lombok

Fakta-fakta terbaru terkait Gempa bermagnitudo 7 yang mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dan wilayah sekitarnya masih menjadi perhatian pembaca.

Kondisi para pengungsi dan pemutakhiran jumlah korban meninggal atau luka dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi informasi penting untuk diikuti.

Para pembaca ingin mengetahui kondisi dan situasi para pengungsi di Lombok, NTB.

Seperti diketahui, gempa bermagnitudo 6,4 mengguncang Lombok Utara pada 29 Juli 2018. Lalu pada Minggu (5/8/2018), gempa bermagnitudo 7 meluluhlantakkan Lombok.

Baca berita selengkapnya di sini



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X