Kompas.com - 08/08/2018, 21:39 WIB
Sidang korupsi kasus suap yang melibatkan Bupati Kebumen M Yahya Fuad di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (2/7/2018) KOMPAS.com/NAZAR NURDINSidang korupsi kasus suap yang melibatkan Bupati Kebumen M Yahya Fuad di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (2/7/2018)

SEMARANG, KOMPAS.com - Penyuap Bupati Kebumen nonaktif M Yahya Fuad, Khayub Muhammad Lutfi divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (8/8/2018).

Hakim menyatakan bahwa terdakwa Khayub terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Menghukum oleh karena itu dengan pidana 2 tahun penjara," ujar hakim Antonius Widjantono, membacakan putusan.

Khayub sendiri terbukti telah memberi uang suap kepada Fuad Yahya. Uang diberikan agar pengusaha asal Kebumen itu mendapat sejumlah pekerjaan atau proyek di Kabupaten tersebut. Suap untuk Fuad Yahya mencapai Rp 5,9 miliar.

Selain hukuman badan, hakim juga membebani membayar denda Rp 150 juta atau setara dengan empat bulan kurungan. Hukuman yang dijatuhkan lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa yang meminta hukuman selama tiga tahun penjara.

Baca juga: Kasus Bupati Kebumen, Tim Sukses Pilkada Ditugaskan Pungut Upeti dari Rekanan

Lantaran terbukti melakukan suap, Khayub juga dicabut hak politiknya selama 3 tahun. Pencabutan hak politik berlaku setelah menjalani hukuman yang dijalani.

"Menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik selama 3 tahun, terhitung setelah terdakwa menjalani masa hukumannya," tambahnya.

Khayub menerima putusan yang diberikan. Sementara Jaksa Penuntut Umum memilih untuk menunda sikap dan menyatakan pikir-pikir.

Dalam perkara ini, Bupati Yahya juga dibawa ke persidangan. Dalam sidang dakwaan, Yahya didakwa menerima suap hingga Rp 12 miliar dari berbagai proyek di kabupaten itu.

Parahnya, suap diberikan tak lama setelah Yahya menjabat sebagai bupati di daerah tersebut.

"Patut diduga bahwa uang suap ditujukan agar para kontraktor memperoleh pekerjaan di mana sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016," kata Jaksa KPK Fitroh Rocahyanto membacakan dakwaan.

Baca juga: Bupati Kebumen Didakwa Terima Upeti hingga Rp 12 Miliar

Uang suap Rp 12 miliar diduga berasal dari berbagai proyek infrastruktur di dinas terkait pada tahun 2016.

Uang suap berasal dari rekanan pelaksana pekerjaan atau kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah, salah satunya melalui Khayub.

Kompas TV Pasca-penetapan Bupati Kebumen sebagai tersangka korupsi oleh KPK, suasana kantor bupati Kebumen sepi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.