Kompas.com - 08/08/2018, 20:59 WIB
 Jandri Pirzadah (29) oknum sipir di Lapas Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), bersama dua rekannya  Helmi Heryanto (35) dan lpian alias Koyen (42) tertangkap tangan saat memasok sabu didalam lapas. KOMPAS.com/ Aji YK Putra Jandri Pirzadah (29) oknum sipir di Lapas Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), bersama dua rekannya Helmi Heryanto (35) dan lpian alias Koyen (42) tertangkap tangan saat memasok sabu didalam lapas.

MUSI BANYUASIN, KOMPAS.com - Kasus penjualan narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) yang melibatkan oknum sipir di Sumatera Selatan kembali terungkap.

Sebelumnya, oknum sipir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merah Mata Palembang berinisial AD (36) tertangkap tangan saat melakukan transaksi penjualan narkoba jenis sabu sebanyak 209,56 gram.

AD diketahui telah menjadi kaki tangan narapidana atas kasus narkoba inisial RZ (28) yang masih mendekam di lapas tempat oknum sipir itu bekerja.

Kali ini, Jandri Pirzadah (29), oknum sipir di Lapas Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, ditangkap oleh jajaran Polres Musi Banyuasin ketika melakukan transaksi narkoba bersama Helmi Heryanto (35) yang merupakan pengedar sabu.

Kapolres Musi Banyuasin (Muba) AKBP Andes Purwanti mengatakan, dari tersangka petugas mendapatkan barang bukti berupa tiga kantong plastik kecil berisi sabu yang didapatkan dari saku celana Jandri.

Jandri yang merupakan sipir Lapas Sekayu menyediakan narkoba bagi para napi untuk kembali dijual.

Baca juga: Diupah Rp 500 Juta, Oknum Sipir di Palembang Jadi Kaki Tangan Napi Narkoba

Jika ada napi yang ingin memesan narkoba, Jandri akan menghubungi Heryanto dan selanjutnya membeli narkoba kepada lpian alias Koyen (42), warga Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu.

“Modusnya para narapidana memesan narkotika jenis sabu-sabu kepada tersangka Jandri yang merupakan sipir. Kemudian, tersangka Jandri menyuruh tersangka Helmi membeli narkotika kepada tersangka Koyen untuk diantarkan ke Lapas Sekayu dan diberikan kepada narapidana yang membeli,” kata Andes saat gelar perkara, Rabu (8/8/2018).

Koyen ditangkap setelah petugas mengembangkan keterangan Jandri dan Helmi. Dari keterangan itu, mereka langsung menggerbek kediaman bandar tersebut dan kembali mendapatkan barang bukti berupa uang Rp 40 juta diduga hasil penjualan sabu, serta kuitansi utang pembelian narkoba.

"Praktik peredaran narkotika di Lapas Sekayu sudah berlangsung sejak 4 tahun yang lalu. Dalam satu bulan terjadi 4 kali transaksi narkotika di dalam Lapas Sekayu dengan omzet ratusan juta rupiah,” jelas Andes.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X