Magnitudo 7,0 Jadi Gempa Terbesar Dalam Sejarah Lombok - Kompas.com

Magnitudo 7,0 Jadi Gempa Terbesar Dalam Sejarah Lombok

Kompas.com - 08/08/2018, 14:02 WIB
Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah pascagempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8/2018). Gempa bumi bermagnitudo 7 mengguncang Lombok, Minggu (5/8/2018) malam.ANTARA FOTO/ AHMAD SUBAIDI Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah pascagempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8/2018). Gempa bumi bermagnitudo 7 mengguncang Lombok, Minggu (5/8/2018) malam.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Sub Bidang Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Arifin Joko Pradipto menyebut bahwa gempa bemagnitudo 7,0 yang mengguncang Wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat ( NTB) pada Minggu (5/8/2018) merupakan gempa terbesar saat ini berdasarkan histori gempa di wilayah tersebut. 

"Sekarang ini gempa terbesar," ujar Arifin, di Kota Bandung, Rabu (8/8/2018). 

Berdasarkan data yang tercatat di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang diterbitkan tahun 2014, gempa yang melanda lombok terjadi beberapa kali sejak tahun 1979.

Baca juga: 6 Dampak Gempa Lombok, Tertimpa Bangunan hingga Pos PVMBG Retak

 

Berikut histori gempa yang mengguncang wilayah Lombok: 

1. Tahun 1979

Pada tahun 1979 gempa bumi terjadi di Lombok pada tanggal 30 Mei, dengan kekuatan 6,1 SR di kedalaman 25 km di titik koordinat 8,2 derajat LS-115, 9 derajat BT.

Ada sekitar 29 korban dengan luka berat, 98 korban luka ringan, 295 rumah penduduk yang rusak. Kerusakan itu sendiri banyak terjadi di di daerah Tanjung, Bayan, Gangga, Cakranegara, Narmada, dan Kediri dengan skala MMI VIII-IX.

2. Tahun 2004

Pada tahun 2004 gempa terjadi di Lombok Barat pada tanggal 20 Januari, dengan kekuatan 6,2 SR di kedalaman 33 km di titik koordinat 8,4 derajat LS-115,95 derajat BT.

Ada sekitar 32 orang yang mengalami luka, 2.224 rumah penduduk, 24 masjid, dan 7 sekolahan yang rusak. Kerusakan ini sendiri terjadi di daerah Mataram, Singkur, Montong Ganding, Pemenang, Sekotong, Selagalas, dan Batukliang dengan skala MMI VI.

3. Tahun 2013

Pada tahun 2013 gempa terjadi di Lombok Utara pada tanggal 22 Juni, dengan kekuatan 5,4 SR di kedalaman 10 km tepatnya di titik koordinat 8,43 derajat LS? - 116,04 derajat BT.

Ada sekitar 30 orang luka, 5.286 rumah rusak didaerah Gangga, Tanjung dan Pemenang dengan skala MMI V.

4. Tahun 2018

Sementara pada tahun 2018 ini, Lombok di guncang gempa dua kali. Gempa pertama yakni gempa bumi tektonik yang terjadi pada tanggal 29 juli 2018 sekira pukul 05.47 Wib. 

Gempa tersebut terletak di darat pada koordinat 116,5 derajat BT dan 8,4 derajat LS, berjarak sekitar 47 km timur laut kota Mataram, dengan kedalaman 24 km dan kekuatan atau magnitudo mencapai 6,4.

Gempa ini tidak menimbulkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat. 

Baca juga: Lombok Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4

Sementara gempa kedua kembali terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018 sekira pukul 18.46 Wib, dengan titik koordinat 116,48 derajat BT dan 8,39 derajat LS. Gempa kali ini lebih besar dengan magnitudo 7,0 dan kedalaman 15 km.

Gempa ini menimbulkan tsunami kecil dengan ketinggian maksimum 0,13 m dicarik dan 0,1 di Badas.

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 7 Guncang Lombok, Berpotensi Tsunami

Lombok rawan gempa

Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Kasbani pernah menjelaskan bahwa, wilayah Lombok tersusun oleh endapan kuarter berupa dominan batuan rombakan gunung api muda yang telah mengalami pelapukan.

Batuan rombakan gunung api muda ini telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lepas, belum kompak, memperkuat efek goncangan atau amplifikasi, sehingga rawan terhadap goncangan gempa bumi.

Bahkan berdasarkan peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi NTB yang diterbitkan Badan Geologi, Lombok Utara dan Timur berada dalam kawasan rawan bencana gempa bumi menengah yang berpotensi mempunyai intensitas goncaman VII -VIII MMI.

"Dari peta kawasan gempa bumi yang telah kami terbitkan, itu untuk daerah lombok dan sekitarnya terutama didaerah utara itu mempunyai kerentanan menengah, dia ini ada potensi terjadi goncangan sekira 7-8 skala MMI , artinya bangunan kualitas bagus bisa roboh," ucapnya.

Baca juga: Dua Kali Gempa Lombok Terjadi di Zona Sesar Naik yang Sama...

Kompas TV Mereka berharap situasi kembali normal agar roda perekonomian di Mataram kembali bergulir.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Hujan Disertai Angin Kencang Akan Landa Jaksel dan Jaktim Hari Ini

Hujan Disertai Angin Kencang Akan Landa Jaksel dan Jaktim Hari Ini

Megapolitan
Opsi KPU untuk Jalan Tengah Polemik Pencalonan OSO sebagai Anggota DPD

Opsi KPU untuk Jalan Tengah Polemik Pencalonan OSO sebagai Anggota DPD

Nasional
Menilik Gaya Komunikasi Politik 'Sontoloyo' ala Jokowi dan 'Tampang Boyolali' ala Prabowo

Menilik Gaya Komunikasi Politik "Sontoloyo" ala Jokowi dan "Tampang Boyolali" ala Prabowo

Nasional
Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Regional
Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Nasional
Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Edukasi
Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Regional
KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

Nasional
Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Regional
Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Regional
Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Edukasi
Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Internasional
Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Nasional
6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

Nasional
Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi 'Online' Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi "Online" Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Regional

Close Ads X