Sejarawan Solo Sebut Cucu Jokowi Mengingatkannya pada Seniman Jawa - Kompas.com

Sejarawan Solo Sebut Cucu Jokowi Mengingatkannya pada Seniman Jawa

Kompas.com - 07/08/2018, 17:45 WIB
Para abang becak konvoi sambil membawa poster cucu kedua Presiden Jokowi di jalur lambat (citywalk) Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di kawasan Solo Grand Mall Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/8/2018).KOMPAS.com/Labib Zamani Para abang becak konvoi sambil membawa poster cucu kedua Presiden Jokowi di jalur lambat (citywalk) Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di kawasan Solo Grand Mall Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/8/2018).

SOLO, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah berbahagia karena baru saja dikaruniai cucu perempuan dari putrinya, Kahiyang Ayu.

Putri pertama pasangan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution tersebut diberi nama ‘Sedah Mirah Nasution’, perpaduan antara Jawa dan Batak.

Menurut Sejarawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Tundjung Wahadi Sutirto, nama cucu kedua Presiden Jokowi, mengingatkannya terhadap sejarah pujangga sastra dan seniman yang unggul dari Keraton Kasunanan Surakarta, Nyai Adipati Sedhah Mirah.

Nyai Adipati Sedhah Mirah merupakan ampil dalem (selir) pertama Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwana IX.

Baca juga: Misteri Penculikan Hasni Selama 15 Tahun, Dicuci Otak hingga Jadi Budak Seks Dukun

Meski hanya sebagai selir Sri Susuhunan Pakubuwana IX, ungkap Tundjung, Nyai Adipati Sedhah Mirah memiliki keunggulan dan kelebihan dibanding istri raja lainnya.

Selain menguasai Tari Bedhaya Ketawang (tari kebesaran penobatan kenaikan tahta raja), Nyai Adipati Sedhah Mirah juga seorang pujangga sastra yang menakjubkan.

Nyai Adipati Sedhah Mirah dikenal sebagai pemegang serat babon (buku induk) karya dalem Susuhunan seperti serat Wulangreh karya dalem Pakubuwana IV, dan serat Centhini yang ditulis pada era Pakubuwana V.

“Serat Centhini itu karya sastra tradisi Jawa yang dianggap sebagai ensiklopedi kebudayaan Jawa," kata Tundjung ditemui Kompas.com di UNS Solo, Jawa Tengah, Senin (6/8/2018).

"Nyai Adipati Sedhah Mirah adalah satu-satunya selir susuhunan yang mendapatkan gelar kebangsawanan atau adipati,” tambahnya.

Nyai Adipati Sedhah Mirah konon selalu menjadi pemimpin upacara adang (menanak nasi) menggunakan dandang pusaka Kyai Dhudha dalam Garebeg Mulud (Maulid Nabi) pada tahun Dal.

Baca juga: Makna Hari dan Tanggal Lahir Cucu Jokowi Menurut Penanggalan Jawa

Makam Nyai Adipati Sedhah Mirah berada di kompleks Petilasan Keraton Kasunanan Kartasura. Ia dimakamkan pada 1826.

Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UNS ini menjelaskan, kata Sedah juga pernah digunakan sebagai nama empu pada Kerajaan Majapahit, yaitu Empu Sedah.

Empu Sedah adalah seorang pujangga sastra Jawa yang terkenal dengan menulis Kakawin Bharatayuddha dalam bahasa Jawa kuno.

“Kalau disebut value-nya adalah nama yang pernah ada di dalam keraton, Nyai Adipati Sedhah Mirah adalah orangnya waskita (tanggap terhadap zaman). Seorang yang bisa membaca tanda-tanda zaman. Harapannya menitis pada cucunya Presiden Jokowi, kan begitu,” ungkap Sekretaris Rektor UNS.

Penjelasan berbeda disampaikan Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Dipokusumo atau akrab dipanggil Gusti Dipo.

Menurut dia, Nyai Adipati Sedhah Mirah bukan istri Pakubuwana IX akan tetapi istri dari Pakubuwana X. Nyai Adipati Sedhah Mirah bukan merupakan pujangga sastra.

“Dia (Nyai Adipati Sedhah Mirah) bukan seorang pujangga. Tetapi dulu Nyai Adipati Sedhah Mirah sering ikut kegiatan ritual yang diselenggarakan oleh Keraton Surakarta,” imbuh Gusti Dipo.


Terkini Lainnya

Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden'

Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden"

Nasional
2019, Upah Minimum Provinsi Naik 8 Persen

2019, Upah Minimum Provinsi Naik 8 Persen

Nasional
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pintu Air Kalimalang

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pintu Air Kalimalang

Megapolitan
Pembunuh Warga Cianjur di Sukabumi Diciduk  di Persembunyiannya

Pembunuh Warga Cianjur di Sukabumi Diciduk di Persembunyiannya

Regional
Siap-siap, Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Diumumkan 16-21 Oktober 2018

Siap-siap, Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Diumumkan 16-21 Oktober 2018

Nasional
Guru Honorer di Depok Mogok, Anggota DPRD Harap Pemkot Berikan Solusi

Guru Honorer di Depok Mogok, Anggota DPRD Harap Pemkot Berikan Solusi

Megapolitan
Wapres Pertimbangkan Pinjaman Rp 15,2 Triliun dari ADB untuk Sulteng

Wapres Pertimbangkan Pinjaman Rp 15,2 Triliun dari ADB untuk Sulteng

Nasional
Tinggalkan Makam Ibunda, Roro Fitria Sempat Pingsan

Tinggalkan Makam Ibunda, Roro Fitria Sempat Pingsan

Regional
Bupati Ditangkap KPK, Pemkab Bekasi Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Normal

Bupati Ditangkap KPK, Pemkab Bekasi Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Normal

Megapolitan
ISIS Sempat Rencanakan Pembunuhan Trump Saat di Filipina Tahun Lalu

ISIS Sempat Rencanakan Pembunuhan Trump Saat di Filipina Tahun Lalu

Internasional
Tiap Desa Miliki Website, Gunungkidul Siap Terapkan Pemerintahan Berbasis Elektronik

Tiap Desa Miliki Website, Gunungkidul Siap Terapkan Pemerintahan Berbasis Elektronik

Regional
Pelaku Teror 9/11 Dikelilingi 'Sniper' Saat Hendak Dideportasi

Pelaku Teror 9/11 Dikelilingi "Sniper" Saat Hendak Dideportasi

Internasional
Viral Orang Berseragam Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden', Buwas Serahkan ke Institusi Lain

Viral Orang Berseragam Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden", Buwas Serahkan ke Institusi Lain

Nasional
Perbakin DKI Sebut Terduga Penembak Peluru Nyasar di Gedung DPR Anggota Baru

Perbakin DKI Sebut Terduga Penembak Peluru Nyasar di Gedung DPR Anggota Baru

Nasional
Komnas HAM Siap Gelar Mediasi Warga yang Tolak Pembangunan Bandara Kulon Progo

Komnas HAM Siap Gelar Mediasi Warga yang Tolak Pembangunan Bandara Kulon Progo

Nasional
Close Ads X