Warga Terdampak Kekeringan di Gunung Kidul Capai 116.000 Jiwa

Kompas.com - 06/08/2018, 16:23 WIB
ilustrasi kekeringan
KOMPAS ilustrasi kekeringan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kekeringan di Kabupaten Gunung Kidul melanda 54 desa di 11 kecamatan.

Luasan daerah terdampak belum bertambah. Namun warga terdampak terus bertambah. Saat ini, warga terdampak kekeringan mencapai 116.216 jiwa dari sebelumnya 96.523 jiwa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengaku belum ada penetapan status tanggap darurat

Berbeda halnya dengan Kabupaten Kulon Progo yang sudah menetapkan status tanggap darurat karena 8 kecamatan di daerah tersebus terdampak kekeringan. 


"Anggaran kita untuk droping tahun ini baru terpakai sekitar Rp 250 juta, dari total anggaran sekitar Rp 600-an juta. Sehingga kami belum menetapkan tanggap darurat," ujar Edy saat dihubungi Senin (6/8/2018).

Baca juga: Lagi Makan Malam, Para Menteri Berhamburan Saat Gempa Guncang Lombok

Edy menjelaskan, setiap hari pihaknya melakukan droping air dengan memakai 6 unit armada tangki.

Per harinya distribusi ditargetkan menyalurkan 24 tangki yang masing-masingnya bermuatan 5.000 liter air bersih.

"Selain itu, anggaran di kecamatan yang terdampak kekeringan juga masih ada, dan banyak bantuan dari pihak ketiga juga banyak," imbuh dia.

Camat Nglipar, Witanto mengungkapkan, di wiliayahnya ada beberapa dusun yang mengalami kekeringan, di antaranya berada di Desa Katongan, Kedungpoh, dan Pengkol.

"Wilayah yang kekeringan memang belum teraliri PDAM, dan warga kami biasanya membeli dari tangki swasta sekitar Rp 125.000 hingga Rp 150.000," bebernya.

Untuk mengurangi dampak kekeringan, tiga desa tersebut sudah menganggarkan dana dari APBDes. Uang tersebut untuk membuat sumur bor baru.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X