Ormas Sunda Usulkan Ahmad Heryawan dan Yuddy Chrisnandi Maju di Pilpres 2019

Kompas.com - 05/08/2018, 13:26 WIB
Politisi PKS Ahmad Heryawan ketika ditemui di Kantor Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta, Rabu (25/4/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRPolitisi PKS Ahmad Heryawan ketika ditemui di Kantor Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Sejumlah oganisasi masyarakat (ormas) Sunda mengusulkan dan mendorong dua tokoh asal Jawa Barat, Ahmad Heryawan untuk maju sebagai calon presiden dalam ajang Pilpres 2019.

Ormas-ormas yang ikut dalam usulan tersebut di antaranya adalah Paguyuban Pasundan, Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Daya Mahasiswa Sunda (Damas), Gentra Sunda dan Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bammus).

“Demi eksistensi dan harkat martabat masyarakat Sunda, dengan tawadhu warga Sunda berketetapan hati untuk mengusung dan mengusulkan dua potensi pejuang Ki Sunda sebagai calon wakil presiden, yakni Ahmad Heryawan dan Yuddy Chrisnandi,” kata Memet Hamdan, tokoh masyarakat Sunda yang juga mantan Ketua Bammus Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Viaduct, Kota Bandung, Minggu (5/8/2018).

Lebih lanjut Memet menambahkan, nama Ahmad Heryawan diusulkan lantaran telah memiliki segudang prestasi selama 10 tahun memimpin Provinsi Jawa Barat sebagai gubernur.

“Kang Yuddy punya jam terbang di level nasional. Beliau masih muda dan berani dan sekarang beliau adalah duta besar,” jelasnya.

Baca juga: Ahmad Heryawan Siap Maju Pilpres 2019

Di tempat yang sama, Ketua AMS Jawa Barat, Noeri Ispanji menambahkan, dua nama yang diusulkan oleh masyarakat Sunda ini telah melalui proses seleksi. Sebelumnya, menurut dia, ada 19 nama tokoh yang diusulkan.

“Kalau terlalu banyak yang disampaikan nanti malah bingung. Makanya kami fokus menyampaikan kedua nama itu untuk dihibahkan kepada nasional,” jelasnya.

Noeri menjelaskan, 19 nama tokoh Sunda yang diusulkan sama sama memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk diusung sebagai calon wakil presiden RI di ajang Pilpres 2019.

“Mengapa hanya dua karena kita ingin fokus dua di antara Ki Sunda yang terbaik. Jadi tidak berarti di luar dua itu tidak memenuhi persyaratan,” katanya.

Sementara itu, anggota Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan, Didin S Maulani menambahkan, masyarakat Sunda tidak peduli dengan latar belakang partai politik kedua orang tersebut meski keduanya berada di kubu berseberangan.

“Kita tidak ada dalam kubu 2019 Ganti Presiden atau lanjutkan dua periode. Dua duanya ada di kubu berbeda, tapi kami tidak melihat latar belakang itu,” jelasnya.

Baca juga: PKS Sebut Ahmad Heryawan Cawapres Terkuat di Partai

Didin memastikan, masyarakat Sunda akan mendukung penuh siapapun tokoh Sunda yang maju dalam ajang Pilres 2019 tanpa memandang latar belakang partai politik.

“Agar Ki Sunda guyub. Kita ingin melihat kekompakan baik yang mendorong dan calon siap maju, jadi tidak asal-asalan dan tidak jalan sendiri-sendiri,” tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X