Baling-baling Tersangkut Tali Rumput Laut, Kapal Tujuan Sulawesi Kembali ke Pelabuhan

Kompas.com - 05/08/2018, 07:09 WIB
Kapal penumpang  KM Cattleya Express tujuan Pelabuhan Parepare, Sulawesi Utara, terpaksa membatalkan perjalanan dan kembali ke Pelabuhan Tunontaka, Kabupaten Nunukan, karena tersangkut tali rumput laut. KOMPAS.com/SUKOCOKapal penumpang KM Cattleya Express tujuan Pelabuhan Parepare, Sulawesi Utara, terpaksa membatalkan perjalanan dan kembali ke Pelabuhan Tunontaka, Kabupaten Nunukan, karena tersangkut tali rumput laut.

NUNUKAN, KOMPAS.com - Kapal penumpang KM Cattleya Express tujuan Pelabuhan Parepare, Sulawesi Utara, terpaksa membatalkan perjalanan dan kembali ke Pelabuhan Tunontaka, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, karena tersangkut tali rumput laut.

Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, AKP Iberahim Eka Berlin mengatakan, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan kapal memilih kembali ke pelabuhan.

"Kena tali bentangan rumput laut, makanya kembali," ujarnya, Sabtu (04/8/2018).

KM Cattleya Express yang mengangkut 361 penumpang mulai meninggalkan Pelabuhan Tunontaka, Nunukan, pada pukul 19.30 Wita dan berhasil berlabuh kembali pada pukul 21.00 Wita setelah tersangkut tali rumput laut. Rencananya kru kapal akan memberiksa baling-baling yang terkena tali rumput laut.


"Rencananya besok akan dilakukan pengecekan," imbuh Berlin.

Baca juga: Kapal Bunga Hati Terbalik, Nakhoda dan 12 ABK Belum Ditemukan

Sebelumnya, Komandan Pangkalan TNI AL Kabupaten Nunukan, Letkol Laut (P) Ari Aryono juga mengeluhkan semakin sempitnya jalur perlintasan kapal yang dipenuhi bentangan rumput laut warga.

Menurutnya, banyaknya bentangan rumput laut tersebut juga mulai mengganggu keberadaan pos TNI AL Tinabasan yang berada di perairan perbatasan.

"Speedboat saat patroli tidak bisa bermanuver dan navigasi cepat sewaktu-waktu dalam situasi darurat," ujarnya.

Baca juga: Kapal Bunga Hati Terbalik di Perairan Indramayu, 13 Penumpang Hilang

Sementara iu, Kepala Kesyabandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan, Agus Subagio mengaku, bentangan rumput laut sudah mulai dikeluhkan karena mengganggu jalur pelayaran sejak 2015.

“Karena sebagian rute tertutup rumput laut, jika kondisi cuaca buruk speedboat kesulitan berada di pinggir," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Regional
Tertipu Wedding Organizer Abal-abal, Bayar Puluhan Juta Rupiah dan Hanya Dapat Bunga Kering

Tertipu Wedding Organizer Abal-abal, Bayar Puluhan Juta Rupiah dan Hanya Dapat Bunga Kering

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X