Akibat Puntung Rokok, Sepanjang 2018 Taman Nasional Komodo Sudah 2 Kali Kebakaran

Kompas.com - 03/08/2018, 16:30 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan. KOMPAS/HERU SRI KUMOROWisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan.

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Wilayah Taman Nasional Komodo (TNK) di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ( NTT), dengan kondisi topograsi berupa padang rumput (savana), sangat rentan terjadi kebakaran.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo Budhy Kurniawan mengatakan, sepanjang 2018 sudah dua kali terjadi kebakaran di wilayah ini. 

" Kebakaran ini adalah kejadian kedua yang melanda wilayah Taman Nasional Komodo pada tahun 2018. Sebelumnya pada tanggal 19 Juni 2018, api juga menghanguskan padang rumput di Loh Pede Pulau Komodo," ungkap Budhy kepada Kompas.com, Jumat (3/8/2018).

Kebakaran tersebut terjadi di salah satu titik di Loh Pede dan Loh Namu, Senin (18/6/2018) lalu. Luas padang rumput di Pulau Komodo yang terbakar tersebut, sekitar 10 hektar.

Baca juga: 10 Hektar Padang Rumput Pulau Komodo Terbakar, Ini Dampaknya

Api berhasil dipadamkan oleh tim dari Taman Nasional Komodo, bersama-sama warga masyarakat Desa Komodo termasuk kepala desa, khususnya dibantu oleh Masyarakat Peduli Api Komodo.

"Wilayah Taman Nasional Komodo yang sebagian besar merupakan savana memang sangat rentan terhadap kebakaran," imbuhnya.

Karena itu lanjut Budhy, semua pengunjung dilarang merokok selama trekking dan atau menyalakan api di dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

Kebakaran pada beberapa lokasi di Taman Nasional Komodo juga pernah terjadi sekitar empat tahun lalu, namun api bisa diatasi oleh petugas.

Baca juga: 10 Hektar Padang Rumput di Gililawa Darat Pulau Komodo Terbakar

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 10 hektar lahan hutan di Gili Lawa Darat, Kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbakar.

Kepala Taman Nasional Komodo Budhy Kurniawan mengatakan, penyebab kebakaran itu, diduga kuat berasal dari api rokok yang dibuang oleh oknum pengunjung di puncak Gili Lawa Darat.

Kebakaran itu lanjut Budhy, berawal dari laporan masyarakat pada Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 20.00 Wita.

Setelah menerima laporan, petugas dari Resort Padar, Loh Sebita dan juga dari Labuan Bajo langsung menuju lokasi untuk memadamkan api.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tabrak Truk di Tol Trans Sumatra, Mahasiswa Kedokteran Unila Tewas

Tabrak Truk di Tol Trans Sumatra, Mahasiswa Kedokteran Unila Tewas

Regional
BMKG Sebut Angin Jadi Penyebab Kabut Asap Ekstrem di Palembang

BMKG Sebut Angin Jadi Penyebab Kabut Asap Ekstrem di Palembang

Regional
Kurikulum Pengelolaan Sampah Siap Diterapkan di Semua PAUD Karawang

Kurikulum Pengelolaan Sampah Siap Diterapkan di Semua PAUD Karawang

Regional
2 Teroris Ditangkap di Bali, Polisi Tingkatkan Keamanan di Bandara hingga Pusat Pariwisata

2 Teroris Ditangkap di Bali, Polisi Tingkatkan Keamanan di Bandara hingga Pusat Pariwisata

Regional
Bongkar Markas Diduga Milik KNPB, Polisi Temukan Ratusan Anak Panah dan Senapan Angin

Bongkar Markas Diduga Milik KNPB, Polisi Temukan Ratusan Anak Panah dan Senapan Angin

Regional
Video Saat Karaoke di Ruang Kerja Viral, Ini Tanggapan Bupati Malang

Video Saat Karaoke di Ruang Kerja Viral, Ini Tanggapan Bupati Malang

Regional
Ucapan Syukur Mbah Mitun Melihat Gubuknya yang Reyot Diperbaiki

Ucapan Syukur Mbah Mitun Melihat Gubuknya yang Reyot Diperbaiki

Regional
Babi Hutan Merusak 30 Hektar Lahan Warga di Ciamis

Babi Hutan Merusak 30 Hektar Lahan Warga di Ciamis

Regional
90 Persen Kasus Bunuh Diri akibat Depresi, Pahami Ciri-cirinya

90 Persen Kasus Bunuh Diri akibat Depresi, Pahami Ciri-cirinya

Regional
Fakta Nikah dengan Biaya Murah, Rio dan Karin Buat Cincin Kawin dari Batu Meteorit dengan Biaya Rp 500.000

Fakta Nikah dengan Biaya Murah, Rio dan Karin Buat Cincin Kawin dari Batu Meteorit dengan Biaya Rp 500.000

Regional
Palembang Diselimuti Kabut Asap Ekstrem, Alat Pemantau Kualitas Udara Mendadak Rusak

Palembang Diselimuti Kabut Asap Ekstrem, Alat Pemantau Kualitas Udara Mendadak Rusak

Regional
Angka Bunuh Diri Tinggi, Baru 9 Persen Penderita Depresi Dapat Pengobatan Medis

Angka Bunuh Diri Tinggi, Baru 9 Persen Penderita Depresi Dapat Pengobatan Medis

Regional
Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Regional
Jasad Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Jasad Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Regional
Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X